Polisi Selidiki Unsur Pidana Tenggelamnya Kapal LCT Mutiara 77 di Kaltim

Suriyatman - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 15:41 WIB
Kapal LCT tenggelam. (Foto: Dok. Polres Kutai Kartanegara)
Kutai Kartanegara - Satuan Polisi Perairan (Sat Pol Air) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) masih melakukan penyelidikan terkait insiden tenggelamnya kapal angkut Landing Craft Tank (LCT) di Sungai, kedang Kepala, Kaltim. Polisi melakukan penyelidikan ada-tidaknya unsur pidana.

"Kita lidik dulu apakah ada unsur pidananya atau tidak dalam peristiwa ini," kata Kasat Polair Polres Kukar, AKP T Zia Fahlevie, kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).



Fahlevie mengatakan, saat ini jajarannya telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab karamnya kapal angkut yang menewaskan satu orang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek Muara Kaman terkait penyebab kapal tenggelam.

"Tim kami sudah berada di Muara Kaman dan dalam perjalanan menggunakan perahu atau long boat ke lokasi karamnya kapal, untuk ke sana harus menggunakan perahu, karena tidak ada jalan darat. Selain itu di sana susah signal," kata Fahlevie.

Sementara itu, Tim SAR Balikpapan turun tangan. Tim SAR melakukan pencarian Helper Excavator PT Kapuas Jaya Bersama (KJB), Suan yang hilang bersama tenggelamnya Kapal LCT di KM 47 Sungai Kedang Kepala, Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar). Petugas Basarnas berangkat dari Samarinda menggunakan mobil double cabin yang mengangkut perahu karet.

"Iya, tim Basarnas telah berangkat ke Muara Kaman melalui jalur darat, jalur darat ditempuh dengan perjalanan 4-5 jam," kata Komandan Operasi Kantor SAR Balikpapan, Octavianto saat dihubungi terpisah.



Sebelumnya diberitakan kapal landing craft tank (LCT) bernama Mutiara 77 terbalik lalu tenggelam di Sungai Kedang Kepala, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan satu orang hilang.

Kapal itu diketahui mengangkut 6 unit ekskavator merek Komatsu PC 130 milik PT KJB dan memuat 2 unit sepeda motor Honda Revo serta membawa 4 orang kru dan 10 karyawan PT KJB. Kapal itu berlayar dari Desa Tering Kabupaten Kutai Barat menuju Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).


Tonton juga Ambil Ikan di Selat Malaka, Kapal Nelayan Malaysia Diciduk KKP :

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)