Tepis Salah Tangkap, Polda Sulsel: Penangkapan Salman Berdasarkan Laporan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Sabtu, 30 Nov 2019 17:50 WIB
Foto: Salman masih menjalani perawatan (Hermawan-detikcom)
Makassar - Salman (21) pemuda di Makassar mengaku menjadi korban salah tangkap polisi. Pihak Polda Sulsel memberikan klarifikasi terkait kasus ini.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan pendalaman, Salman memang pelaku begal yang beraksi bersama dua orang rekannya di Jalan Sungai Saddang Makassar yaitu Sandi dengan Coger. Ketiganya dilaporkan oleh korban bernama Surya pada bulan Juli lalu.

"Penangkapan para pelaku berdasarkan laporan korban bernama Surya warga Jalan Sungai Saddang Baru dengan nomor LP: 265/X/2019/RESTABESMKSR/SEK RAPPOCINI tanggal 27 Juli 2019," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2019).


Dalam beraksi, kata Ibrahim, Salman bersama dua orang rekannya menunggu korbannya di Sungai Saddang. Setelah itu, mereka pura-pura meminta tolong kehabisan bensin. Saat korban akan membantu, Salman bersama temannya mengeluarkan busur dan meminta handphone.

Ibrahim juga membantah kabar yang menyebut Salman disetrum. "Kejadian yang sebenarnya adalah perawatan yang dilakukan oleh Polri terhadap Salman atas penyakit yang telah lama dideritanya berupa bengkak dan bernanah pada area kemaluan sesuai keterangan dokter, jadi bukan karena luka baru," tuturnya.

Hal tersebut pun sudah diklarifikasi dengan Salman dan keluarga. Salman dan keluarga disebut menyatakan tidak ada kejadian setrum seperti yang beredar di media,

"Kita justru mempertanyakan kenapa bisa ada media yang membuat cerita tersebut padahal faktanya tidak demikian," katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan Salman menjalani penahanan di Mako Polsek Rappocini pada tanggal 17 Oktober 2019 dan pada 21 Oktober 2019 ditangguhkan karena mengeluh sakit. Korban pun disebut sepakat untuk berdamai dan mencabut laporannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2