detikNews
2019/11/29 21:34:40 WIB

Round-Up

Jerat Hukum Annas Maamun Belum Rampung

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jerat Hukum Annas Maamun Belum Rampung Annas Maamun semasa menjalani pemeriksaan di KPK (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Diskon hukuman dari Presiden Jokowi bagi Annas Maamun menguak kabar lama. Mantan Gubernur Riau itu rupanya masih terseret kasus hukum lainnya.

Jokowi memberikan grasi berupa pengurangan hukuman bagi Annas yang seharusnya menghuni Lapas Sukamiskin selama 7 tahun dalam kasus suap terkait alih fungsi hutan untuk kebun sawit. Atas grasi itu hukuman Annas dikorting menjadi 6 tahun.

Namun urusan hukum Annas belum selesai di KPK. Annas disangkakan melakukan pemberian suap pada anggota DPRD Riau untuk pengesahan APBD Riau tahun 2014 dan tahun 2015.




Annas menyandang status tersangka itu sejak 2015. Dia diduga memberikan suap ke Ahmad Kirjauhari, Suparman, dan Johar Firdaus. Ketiganya saat itu menjabat sebagai anggota DPRD Riau.

Dalam pengesahan APBD itu, Annas diduga memberikan Rp 1,1 miliar ke Kirjauhari untuk dibagi-bagikan ke sejumlah anggota dewan. Kirjauhari dan 2 rekannya itu telah divonis bersalah.




Kirjauhari divonis 4 tahun penjara dan untuk Johar 5,5 tahun penjara. Sedangkan Suparman sempat divonis bebas. Namun pada akhirnya di tingkat kasasi Suparman dinyatakan bersalah dan divonis 4,5 tahun penjara.

Sementara itu Annas sebagai pemberi suap belum menjalani persidangan kasus ini. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan kasus ini masih diusut KPK.

"Ya, masih ada satu perkara yang bersangkutan yang sedang kami tangani di tahap penyidikan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com