Diskriminasi 'Perempuan Tak Perawan' Terjadi di Mana-mana

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 19:14 WIB
Foto ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

6. India: tes keperawanan sebelum menikah

Dilansir BBC tahun 2018, tes keperawanan biasa dilakukan masyarakat adat pengembara di Negara Bagian Maharashtra, India Barat. Masyarkat adat itu bernama Kanjarbhat, dengan anggota 200 ribu orang.

Bila terbuki perawan, maka perempuan itu dinyatakan suci. Bila tidak perawan, maka sebaliknya. Uji keperawanan dianggap sebagai bagian penting dari proses pernikahan yang diadakan dalam masyarakat adat dan diawasi oleh panchayat, atau lembaga desa, yang sangat berpengaruh.



Jika mempelai perempuan mengeluarkan darah ketika melakukan hubungan seksual maka ia adalah perawan, dan jika tidak, maka dampaknya bisa berat: pengantin laki-laki diizinkan untuk membatalkan pernikahan.

Perempuan bersangkutan dipermalukan di depan umum dan bahkan dipukuli oleh anggota keluarga karena sudah 'memalukan' mereka. Praktik ini masih berlangsung meskipun banyak ahli yang sudah membuktikan ketidakbenaran dari teori bahwa perempuan selalu mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan seksual.

Diskriminasi 'Perempuan Tak Perawan' Terjadi di Mana-manaFoto: BBC Magazine



7. Filipina: perawan itu mahal

Dilansir media Marie Claire, di Filipina, pemerintah menjalankan klinik kesehatan yang mempraktikkan tes keperawanan. Institusi itu menerbitkan kartu V untuk perawan (virgin).

Guna kartu itu untuk bekerja di bar dan klub telanjang. Orang-orang Amerika dilaporkan bakal membayar lebih untuk mendapatkan perawan yang pekerja hiburan malam itu.
Halaman
1 2 3 4 5 6 7