Merasa Nama Dicemarkan, Ustaz Maaher Akan Laporkan Balik Abu Janda

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 18:36 WIB
Ustaz Maaher At-Thuwailibi (Foto: Dok. Pribadi)
Ustaz Maaher At-Thuwailibi (Foto: Dok. Pribadi)


"Saya sebagai putra negara, sebagai mubalig punya hak konstitusional untuk menjelaskan hukum Islam. Karena dalam fikih Islam, penista agama itu dibunuh. Sama seperti saat saya ceramah 'para koruptor-koruptor, maling-maling uang rakyat perlu dipotong tangannya'. Ayatnya ini, dalilnya ini. Apakah saya sedang mengajak untuk memotong tangan koruptor? Tidak. Konteksnya saya sedang jelaskan hukum Islam berdasarkan dalil-dalil," tuturnya.


"Kalau saya dipanggil oleh penyidik, saya akan sampaikan itu. Saya tidak mau mengajak membunuh dia. Nggak boleh kita mengajak membunuh orang, apalagi ini negara demokrasi, negara hukum. Emang saya gila? Dia yang gila. Dia gila, blunder untuk diri dia sendiri. Saya orang terpelajar, apa pun yang saya ceramahkan dalam konteks fikih Islam," imbuhnya.

Sebelumnya, Permadi Arya (Abu Janda) melaporkan Ustaz Maaher At-Thuwailibi ke Bareskrim Polri atas tuduhan menyebarkan ancaman pembunuhan di media sosial. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1007/XI/2019/BARESKRIM. Maaher dituduh melanggar Pasal 28 dan 29 Undang-Undang ITE.

"Kita melaporkan Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau nama aslinya Soni Eranata, karena yang bersangkutan telah membuat ancaman pembunuhan. Jadi yang bersangkutan membikin di akun Twitter, menyerukan pada jemaah agar saya dan Ibu Sukmawati dibunuh," kata Abu Janda usai membuat laporan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

"Kenapa saya melaporkan, karena ini bukan sekadar ancaman pribadi pada saya, tapi ini adalah bukti bahwa Islam radikal itu ada," ujarnya.
Halaman

(jbr/imk)