Parameter: Mayoritas Masyarakat Tak Mau Tahu soal Kepulangan Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 15:48 WIB
Diskusi survei Wajah Islam Politik Pasca-Pemilu 2019 yang digelar Suvei Lembaga Parameter Politik Indonesia (dok. detikcom)
Diskusi survei Wajah Islam Politik Pasca-Pemilu 2019 yang digelar Suvei Lembaga Parameter Politik Indonesia (dok. detikcom)
Jakarta - Suvei Lembaga Parameter Politik Indonesia terkait Wajah Islam Politik Pasca-Pemilu 2019 juga menyasar soal isu kepulangan Habib Rizieq Syihab. Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat tidak mau tahu soal kepulangan Habib Rizieq.

Survei dilaksanakan pada 5-12 Oktober 2019 kepada 1.000 orang responden dengan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung.

Responden diberikan pertanyaan 'Apakah Anda lebih suka Habib Rizieq dipulangkan ke Indonesia atau tetap tinggal di Arab Saudi?'.


"Yang setuju itu 34,6 persen untuk dipulangkan, mereka mengatakan bahwa Habib Rizieq harus dipulangkan ke Indonesia. Sementara yang mengatakan Habib Rizieq harus tetap di Arab Saudi itu 19,5 persen, sementara yang tidak menjawab itu 45,9 persen," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019.

Dari hasil tersebut, menurut Adi, mayoritas responden tidak mau tahu soal kepulangan Habib Rizieq. Masyarakat disebutnya sudah bosan dengan isu tersebut.

"Kalau melihat kecenderungan isu ini, orang sepertinya tidak mau tahu tuh Habib Rizieq mau pulang apa kagak, itu nggak penting, masyarakat sudah agak bosan dengan diskursus ini sepertinya," ujarnya.


Responden juga ditanya soal apakah sebaiknya pemerintah ikut membantu proses pemulangan Habib Rizieq. Hasilnya, 31,7 persen responden menginginkan adanya intervensi pemerintah terhadap kepulangan Habib Rizieq.

"Kecenderungannya bahwa masyarakat yang menginginkan adanya intervensi pemerintah terhadap pemulangan Habib Rizieq itu 31,7 persen. Sementara yang menolak sisanya tidak begitu signifikan," ungkap Adi.

"Itu artinya diskursus polemik dan titik terang pemulangan Habib Rizieq kalau kita lihat kecenderungan publik saat ini ada, dan ada juga campur tangan dari pemerintah biar semua urusan masyarakat selesai," sambungnya.


Dukungan pemulangan Habib Rizieq juga berasal dari responen yang pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 lalu. Sementara, yang menolak pemulangan Habib Rizieq mengaku memilih PDIP, PKB, dan PSI pada Pemilu 2019.

"Dukungan atas pemulangan Habib Rizieq mengalir dari seluruh lapisan usia dan pendidikan serta pendukung Prabowo-Sandi. Sementara masyarakat yang cenderung menolak pemulangan Habib Rizieq berasal cari pemilih selain Islam, mengaku memilih Jokowi-Ma'ruf, serta mengaku memilih PDIP, PSI, serta PKB," pungkasnya.
Halaman

(azr/jbr)