Gojek Imbau YouTuber Stop Konten Prank Ojol

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 14:58 WIB
Foto Logo Gojek (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Usai ramai konten prank YouTuber yang membuat orderan fiktif kepada driver ojek online (ojol), Gojek meminta YouTuber tidak membuat konten yang merugikan para ojol. Sebab, Gojek menilai konten tersebut tidak pantas.

"Gojek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas mitra Gojek, apalagi yang bersifat tidak pantas," kata Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (29/11/2019).



Alvita meminta masyarakat dapat menghargai keberadaan ojol dengan tidak membuat konten orderan fiktif.

"Mitra pengemudi adalah bagian dari keluarga besar Gojek yang selama ini telah turut berkontribusi bagi masyarakat dalam menghadirkan kemudahan melalui pemanfaatan teknologi, sehingga patut kita hargai bersama," tegasnya.



Sebelumnya, salah satu video yang viral memperlihatkan seorang YouTuber laki-laki melakukan prank kepada driver ojol dengan cara memesan makanan melalui aplikasi ojek online seharga Rp 132 ribu. Setelah driver tersebut tiba di kawasan rumah YouTuber untuk mengantarkan makanan yang dipesan, tiba-tiba YouTuber tersebut menelepon driver dan mengatakan akan membatalkan pesanan tersebut.

Driver ojol yang sudah sampai dengan makanan itu lalu duduk di pos dekat rumah YouTuber itu dan terlihat meneteskan air mata. Beberapa kali driver itu menyeka air matanya. Selang beberapa menit kemudian, YouTuber itu menghampiri driver tersebut dan meminta maaf karena telah melakukan prank. Sang driver ojol pun tampak lega karena itu hanya sebatas prank.

detikcom juga sempat menemui dan mewawancarai sejumlah driver ojol di Jakarta Pusat. Beberapa dari mereka sudah tahu soal prank YouTuber itu dan mengeluhkannya. Salah satunya Mailatul Akbar, yang mengaku kecewa atas tindakan itu.

"Nggak manusiawi, kalau ditanya nyebelin, ya nyebelin," ucap Mailatul Akbar saat ditemui detikcom di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).



Mailatul meminta agar setiap YouTuber introspeksi sesudah melakukan prank. Dia berpesan agar konten-konten yang dibuat YouTuber itu tidak melukai hati seseorang, baik driver ojol maupun bukan.

"Saya ada pesan untuk yang ngeprank, coba mikir kalau dirinya sendiri atau keluarganya yang jadi driver, mungkin kan yang dirasain pasti sama ada kecewa sakit hati ya, seperti itulah kira-kira," kata Mailatul. (zap/imk)