Perang Uhud, Kisah Dua Nisan Tanpa Nama dan Jenazah Utuh

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 09:10 WIB
Dua nisan tanpa nama di Pemakaman 70 Syuhada Perang Uhud (Foto: Erwidar/detikcom)
Dua nisan tanpa nama di Pemakaman 70 Syuhada Perang Uhud (Foto: Erwidar/detikcom)


Dalam beberapa kali peperangan, Mush'ab dipercaya Rasulullah untuk memegang bendera Islam. Termasuk saat terjadi Perang Uhud. Saat tentara Islam terdesak dalam Perang Uhud, Mush'ab didatangi Ibnu Qamaih yang mengira itu adalah Rasulullah SAW.

Ibnu Qamaih mengayunkan pedang ke tangan kanan Mush'ab yang ketika itu tengah mengangkat tinggi tinggi bendera Islam untuk menyemangati pasukan Muslim. Terkena sabetan pedang, tangan kanan Mush'ab pun putus.

Tak menyerah, Mush'ab kemudian mengangkat bendera Islam dengan tangan kiri. Lagi-lagi Ibnu Qamiah mengayunkan pedang dan putuslah tangan kiri Mush'ab.

Mush'ab tetap tak menyerah dan mendekap bendera itu di dadanya. Hingga akhirnya sebuah anak panah dari tentara Quraisy menembus dadanya. Mush'ab gugur sebagai Syuhada Perang Uhud.

Di Jabal Uhud, 43 tahun kemudian diketahui jenazah para Syuhada itu tetap seperti saat gugur dan ada aliran darah.



Halaman

(erd/nwy)