JakPro Bicara Kelanjutan Pembangunan Hotel di TIM Usai Anggaran Dipotong

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 14:48 WIB
Suasana revitalisasi TIM. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - DPRD DKI Jakarta keberatan atas rencana pembangunan hotel di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, dan memotong penyertaan modal daerah (PMD) ke PT Jakarta Propertindo (JakPro). Terkait pemotongan anggaran tersebut, JakPro buka suara.

"Yang jelas kemarin, aspirasi yang disampaikan dewan kami terima. JakPro kan penugasan. Semua langkah yang dilakukan kami harus atas persetujuan dari pihak yang menugaskan, dalam hal ini Pemprov," ucap Sekretaris Perusahaan JakPro, Hani Sumarno, saat dihubungi, Kamis (28/11/2019).
Awalnya, Pemprov DKI mengusulkan PMD untuk JakPro senilai Rp 3,106 triliun. Kemudian, DPRD memotongnya menjadi Rp 2,706 triliun.

"(Pemotongan) Rp 400 miliar untuk seluruh pengajuan yang disampaikan JakPro. Belum ada hasil akhir. Baru kemarin dipotong, kami bawa ke manajemen, untuk kemudian dilakukan perubahan," ucap Hani.

Bagi Hani, jika pembangunan Wisma TIM dihapus, tidak mengganggu konsep revitalisasi TIM. Wisma TIM berada di lantai 8 sampai 14. Sedangkan lantai bawah diisi galeri, perpustakaan, dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.
"Wisma TIM bagian kecil dari gedung yang di dalamnya plaza untuk para seniman berdiskusi, ekspresi latihan, perpustakaan, galeri seni. PDS HB Jassin. Kemudian (di atasnya) ada penginapan atau Wisma TIM," ucap Hani.

Diketahui, sejumlah seniman menolak revitalisasi TIM terutama karena adanya pembangunan hotel. Akhirnya, pada Rabu (27/12), rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD memotong anggaran PMD untuk TIM dari Rp 3,106 triliun menjadi Rp 2,706 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS). (aik/haf)