Universitas Brawijaya Raih Juara Nasional Lomba Karya Tulis MPR

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 12:33 WIB
Foto: MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Tim perwakilan Universitas Brawijaya (UB), Malang, Provinsi Jawa Timur, Rizqi Bachtiar dan Prischa Listiningrum, meraih Juara 1 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) MPR RI 2019. Mereka menang untuk ktegori ASN, Peneliti dan masyarakat umum dengan tema sentral 'Evaluasi Pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945.

Karya Tulis Ilmiah Rizqi dan Prischa dengan judul 'Evaluasi Pelaksanaan UUD NRI 1945: Petisi Daring Sebagai Solusi Penguatan Sistem Demokrasi Presidensial di Indonesia', mampu menarik perhatian tiga Dewan Juri, Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Unversitas Padjajaran Prof. Susi Dwi Harijanti, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prof. Ratno Lukito dan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia Prof. Ni'matul Huda.

Usai menerima piala kejuaraan dan sertifikat sebagai Juara 1 Nasional dari Badan Pengkajian MPR RI, Rizqi mengungkapkan rasa bangganya berhasil meraih tempat terhormat.

"Kami sangat senang dan bangga. Hal ini akan terus memotivasi kami untuk lebih memperdalam kajian-kajian kami terutama tentang ketatanegaraan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Rizqi juga menegaskan, pascakejuaraan nasional tersebut, ia akan berupaya menjadikan karyanya bisa menjadi salah satu opsi bisa diterapkan dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia.

"Intinya, kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus berkarya. Rasa terima kasih kami tujukan kepada MPR RI yang menggagas kegiatan luar biasa ini," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prischa menyampaikan apresiasi tak terhingga kepada MPR, sebab ada agenda lomba karya tulis ilmiah yang digelar lembaga tinggi negara yakni MPR, dihadiri langsung pejabatnya yakni para Pimpinan Badan Pengkajian MPR.

"Jadi yang kami rasakan, saat kami finalis lomba mempresentasikan langsung karya ilmiah kami di depan Anggota MPR secara langsung, itu suatu kepuasan tersendiri. Terkait, karya-karya tulis yang masuk ke MPR, saya harap ditindaklanjuti dengan dikaji kembali, didiskusikan kembali di MPR, sehingga bisa diimplementasikan, untuk perbaikan sistem ketatanegaraan ke depan. Tidak hanya sekadar menjadi gagasan semata," harapnya.

Mengapresiasi para juara, Prof. Susi Dwi Harijanti menyatakan rasa bangganya kepada seluruh finalis yang merupakan generasi muda luarbiasa dengan pemikiran-pemikiran tentang ketatanegaraan yang berkualitas.

"Saya kagum, ternyata mereka bukan generasi yang 'abai' terhadap ketatanegaraan Indonesia terutama terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Mereka adalah generasi muda yang responsif. Ini terlihat dari karya-karya ilmiah mereka. Tema-tema mereka sangat bagus, terlepas dari sebagai sebuah karya ilmiah, memang ada poin-poin yang mesti harus diperbaiki," terangnya.

Ia juga mengapresiasi MPR RI yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, MPR melalui Badan Pengajian memfasilitasi keikutsertaan masyarakat dalam menghasilkan buah pikir terhadap ketatanegaraan Indonesia.

"Sekarang pascalomba, bola ada di tangan MPR. Dokumen-dokumen masukan dan buah pikir yang sangat bagus-bagus itu, mau digunakan seperti apa, itu tergantung dari para pimpinan dan anggota MPR," tambahnya.



(mul/mpr)