Romo Benny: Hormat Bendera Tak Dilarang Agama

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 12:26 WIB
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP sekaligus rohaniwan KWI, Romo Benny Susetyo (Pool)
Jakarta - Dua orang siswa SMPN 21 Batam menolak menghormat ke Sang Saka Merah Putih. Dua siswa itu disebut menganut keyakinan Saksi-saksi Yehuwa (Jehovah Witnesses). Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menegaskan bahwa penghormatan ke bendera tidak dilarang agama.

"Ini tidak ada kaitannya dengan iman, jadi negara harus tegas menegakkan aturan. Aturan sekolah perlu ditegakkan. Orang-orang semacam ini harus diberi pengertian pemahaman agama yang utuh. Juga, penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi kewajiban setiap warga negara," kata Romo Benny kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).



"Dalam agama Kristen, tak ada larangan menghormat bendera," sambungnya.

Benny, yang merupakan rohaniwan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), menjelaskan ayat Matius 22:15-22 dalam Alkitab Perjanjian Baru. Di situ dikisahkan, Yesus menjawab pertanyaan perihal kewajiban membayar pajak. Yesus menyatakan, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."



Maknanya, nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air tidak dilarang oleh Yesus. Ada pula muatan penghormatan terhadap tanah air dalam Doa Syukur Agung dalam tata cara kebaktian (liturgi).

"Jadi, Yesus menghormati tanah air. Dalam teologi kekristenan, muatan cinta tanah air memang ditanamkan," kata Benny.
Selanjutnya
Halaman
1 2