Satpol PP Segel Sablon yang Bikin Sungai Badung Berwarna Merah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 11:00 WIB
Satpol PP Denpasar menyegel usaha sablon yang mencemari sungai. (Adtya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Satpol PP Kota Denpasar dan tim yustisi resmi menyegel usaha sablon milik Nurhayati (38) yang limbahnya diduga membuat sungai (tukad) Badung, Bali, menjadi merah. Pihak Satpol PP meminta kegiatan usaha dihentikan.

"Ya sekarang disegel sama tim yang dipimpin pak kasat langsung, Dewa Anom Sayoga disaksikan oleh tim yustisi jadi penyegelan itu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi disarankan ke pemilik usaha untuk menghentikan kegiatan dan besok juga akan kami sidangkan ke pengadilan juga," kata Kabid Penertiban Satpol PP Denpasar I Nyoman Sudarsana saat ditemui di lokasi, Jl Pulau Misol I, Denpasar, Bali, Kamis (28/11/2019).
Sudarsana mengatakan pemilik sudah berkomitmen untuk tidak lagi mengerjakan pewarnaan di lokasi tersebut. Dari pengakuan pemilik, pembuangan limbah diduga disebabkan keteledoran karyawannya.

"Dari pemilik sudah berjanji menghentikan kegiatan operasional di sini, tempat usahanya akan dijadikan gudang karena produksinya di Jawa. Itu mungkin karena keteledoran pegawainya, dia tidak tahu pegawainya membuang limbah ke sungai, karena keteledoran pegawainya dia sengaja buang limbah ke sungai. Besok kita sidangkan," bebernya.

Sudarsana menyebut penyegelan ini merupakan tindak lanjut dari Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Lingkungan Hidup. Sementara untuk sidang tipiring Jumat (29/11) besok, terkait dengan pelanggaran Perda No 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum di Kota Denpasar.

Di lokasi yang sama, pemilik usaha tersebut mengaku salah. Rupanya tempat tersebut biasa dijadikan gudang untuk kain-kain batik dari Pekalongan.

"Ini lagi apes aja, bikin sampel 25 buat seragaman. Di sini memang gudang karena produknya dibikin di Jawa kemarin karena ada yang kurang, makanya nambah ngerjain 25 pieces," ujar Basyir, suami Nurhayati.
Selanjutnya
Halaman
1 2