Kemlu-Kemenag Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 13:16 WIB
Foto: Kemlu dan Kemenag mendapat Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI. (Jefrie/detikcom)
Foto: Kemlu dan Kemenag mendapat Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI. (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Agama (Kemenag) mendapat Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI. Kemenag dan Kemenlu mendapat nilai tertinggi dalam survei Ombudsman.

Acara 'Seminar Propartif dan Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tahun 2019' itu digelar di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019). Penganugerahan itu diterima langsung oleh Menag Fachrul Razi dan Menlu Retno LP Marsudi.


Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan penganugerahan ini merupakan hasil survei dalam lima tahun. Survei itu meliputi 800 entitas yang terdiri dari kementerian, lembaga, pemda tingkat 1 dan 2.

"Tahun ini adalah tahun terakhir sesuai dengan RPJMN 2024 2029, tinggal 4 kementerian, 4 lembaga sisa. Dari 4 itu ada dua yang mendapat nilai hijau dan kami akan berikan predikat yang bersifat tinggi," kata Adrianus Meliala di Hotel JS Luwansa.

"Kementerian agama dan kementerian luar negeri, yang tahun ini (mendapat penganugerahan) ya. Untuk yang paling tingginya kementerian luar negeri, kami akan berikan suatu award khusus untuk Bu Retno," sambungnya.

Kemlu-Kemenag Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dari OmbudsmanFoto: Jefrie/detikcom

Adrianus mengatakan penilaian kepatuhan ini disesuaikan dengan Undang-undang 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Penilaian tersebut juga memperhatikan tentang beberapa fasilitas yang ada di beberapa kantor lembaga terkait.

"Di situ ada 14 item. Item ini agak sederhana tapi di undang-undang bahwa ketika kita datang ke Kemenlu, dalam hal ini, mau ngurus visa, paspor, dan seterusnya, itu misalnya ada nggak ruang tamu, ada nggak toilet, ada nggak ruang laktasi, ada nggak ruang rambatan kalau kita difabel, ada nggak jembatan untuk naik ke atas kalau kita pakai kursi roda, remeh-remeh. Tapi kalau itu nggak dipenuhi mereka standar minimal kan, maka bagaimana mau naik ke tingkat yang lebih tinggi," paparnya.

Sementara itu, Menag Fachrul Razi mengatakan penganugerahan ini merupakan apresiasi kinerja kolektif pegawai Kemenag. Menteri agama sebelumnya juga berperan.

"Kami senang sekali mendapat penghargaan ini dan ini akan saya tunjukkan kepada semua anggota ini adalah prestasi mereka semua bukan prestasi orang per orang. Saya akan tunjukkan juga kepada menteri sebelum saya karena dialah yang mengkoordinir ini bukan saya. Saya hanya menerima hadiah di depan saja," kata Fachrul dalam sambutannya.
Selanjutnya
Halaman
1 2