Lika-liku First Travel hingga 63 Ribu Jemaah Tak Kunjung Terbang ke Tanah Suci

tfq - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 08:12 WIB
Syahrini jadi saksi di kasus First Travel (dok.detikcom)
Jakarta - Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi putusan aset PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel dan merampas asetnya untu negara memenggal asa ribuan korban yang terus berharap uangnya untuk beribadah ke Tanah Suci kembali. Putusan kasasi Mahkamah Agung yang memerintahkan aset First Travel disita untuk negara, tercantum dalam putusan nomor 3096 K/Pid.Sus/2018.

Dalam catatan Antara, Rabu (27/11/2019), salah seorang korban First Travel, Asro Kamal Rokan, menolak hasil lelang harta kekayaan pemilik travel itu diserahkan ke negara. Asro dan keluarganya, berjumlah 14 orang, yang merugi sekitar Rp 160 juta merasa putusan itu sangat menyakitkan.

Ia mempertanyakan mengapa korban yang dirugikan, tetapi negara yang merampas aset First Travel.

Sementara Kajari Depok Yudi Triadi setelah putusan Mahkamah Agung (MA), menyatakan pihaknya sudah memperjuangkan hak korban First Travel dengan banding pada 15 Agustus 2018, tetapi putusan Pengadilan Tinggi Bandung menguatkan putusan hakim tingkat pertama.


Upaya selanjutnya berupa kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pun tetap menguatkan putusan pengadilan negeri yang menyatakan barang bukti Nomor 1-529 tetap dirampas untuk negara.

Dalam tuntutan, jaksa meminta agar barang bukti dikembalikan ke korban melalui Paguyuban Pengurus Pengelola Aset Korban First Travel, tetapi putusan pengadilan berkata lain.

Dengan adanya perbedaan itu, Kejagung selanjutnya memerintahkan Kejaksaan Negeri Depok untuk menunda eksekusi aset pada kasus First Travel hingga selesai dilakukan kajian tindak lanjut kasus itu.

Batas waktu penundaan eksekusi itu tidak ditentukan sembari kejaksaan mencari solusi untuk mengembalikan aset nasabah yang mengalami kerugian.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4