ADVERTISEMENT

Revitalisasi Stasiun Bekasi, Fasilitas Dibuat Ramah bagi Penumpang Difabel

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 13:53 WIB
Polisi Berjgaga-jaga di Stasiun Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Kementerian Perhubungan akan merevitalisasi Stasiun Bekasi. Pembangunan ditargetkan rampung hingga Desember 2021.

Revitalisasi stasiun berupa perbaikan hingga penambahan sarana dan prasarana. Salah satunya bangunan dibuat menjadi dua lantai dengan fasilitas yang ramah difabel.

"Bangunan 2 lantai dengan 12 unit eskalator dan 6 unit passenger lift difabel," ujar Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Supandi, lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (26/11/2019).

Perbaikan juga termasuk menambah jumlah peron di Stasiun Bekasi. Peron yang semula ada dua kini menjadi 4 peron dengan panjang yang bertambah dari semula 240 meter menjadi 300 meter.

Selain itu, jalur rel kereta api yang semula 4 jalur ditambah menjadi 8 jalur. Jalur tersebut terdiri dari 3 jalur commuter line, 3 jalur kereta api jarak jauh, 1 jalur dipakai bersama antara commuter line dan kereta api jarak jauh, serta 1 jalur stabling commuter line.




"Luas area stasiun dari 1.515 meter persegi menjadi 3.600 meter persegi," kata Supandi.

Fasilitas musala dan toilet juga ditambah masing-masing 2 unit. Kapasitas area parkir pun semakin luas.

"Area parkir seluas 2.800 meter persegi (selatan) dan 4.400 meter persegi (utara)," lanjut Supandi.

Revitalisasi Stasiun Bekasi ini seiring dengan adanya proyek pembangunan double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kereta api kepada warga.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas lintas angkutan kereta api. Jika sudah beroperasi akan meningkatkan pelayanan dan keselamatan kereta api," lanjutnya.





(isa/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT