3.314 Orang Ditangkap dalam Operasi Sikat Jaya Jelang Natal dan Tahun Baru

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 09:59 WIB
Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Polda Metro Jaya dan jajaran polres-polsek menggelar operasi cipta kondisi bersandikan 'Sikat Jaya 2019' menjelang Natal dan tahun baru. Dalam operasi ini, polisi menangkap ribuan orang di beberapa lokasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo mengatakan Operasi Sikat Jaya dilakukan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menghadapi pengamanan Natal dan tahun baru.

Operasi ini digelar pada 12-26 November 2019. Selama 14 hari operasi, polisi mengamankan ribuan pelaku tindak kejahatan dari kasus yang beraneka ragam.

"Ada 1.761 kasus di seluruh jajaran Polda Metro Jaya. Kami tangkap 3.314 orang, 547 orang yang ditahan, 22 tidak ditahan, dan 2.745 dilakukan pembinaan," jelas Irjen Gatot, Selasa (26/11/2019).

Barang bukti berupa sajam, senpi, barang elektronik, hingga uang tunai puluhan juta rupiah disita oleh polisi. Kasus yang paling menonjol dalam kasus ini ialah pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan.




"Ada beberapa kasus menonjol, seperti kasus geng motor, kasus yang mereka lakukan menagih utang, gunakan senpi, sajam, penyekapan di hotel, dan lain lain," kata Gatot.

Dia menyebut operasi ini digelar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Dia memastikan situasi Jakarta dan sekitarnya aman dan kondusif.

"Tujuan kita melakukan ini untuk mewujudkan situasi aman kondusif saat perayaan Natal dan tahun baru. Ini namanya operasi cipta kondisi. Setiap tahun kita lakukan agar masyarakat aman, nyaman, dan tenang melaksanakan Natal dan tahun baru," pungkas Gatot.

Gatot menyampaikan, dari beberapa tersangka yang ditangkap, di antaranya ada beberapa oknum ormas. Oknum ormas ini melakukan pemerasan dan intimidasi kepada masyarakat.

"Ini oknum ormas tersebut, kita juga sampaikan pidana mereka agar menyampaikan ke anggotanya. Seperti di Jaksel ada orang bangun rumah dan dimintai orang dilaporkan ke kita," tutur Gatot.


Halaman

(sam/mea)