Siapkan Rp 6 M, Pemkot Semarang Gratiskan Puluhan Sekolah Swasta

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 21:38 WIB
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Pada momen Hari Guru Nasional, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan rencananya di tahun 2020 yang akan menggratiskan biaya sekolah untuk 10 TK, 10 SD, dan 10 SMP swasta di Kota Semarang.

"Tahun depan ada alokasi anggaran di APBD sekitar Rp 6 miliar untuk menggratiskan 10 TK, 10 SD, 10 SMP swasta. Kenapa swasta? Kita inginnya semua TK, SD, SMP, baik negeri maupun swasta gratis, tapi kita upayakan paling tidak sekitar 90% jumlahnya gratis." ujar Hendi, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Senin (25/11/2019).

Hendi juga bercerita saat berkeliling di sekolah-sekolah, dirinya mendapati adanya guru yang pendapatannya masih pas-pasan, yaitu guru sekolah swasta yang muridnya sedikit.

"Kalau guru di sekolah swasta yang favorit maka tidak masalah, tapi swasta lain yang muridnya sedikit mereka masih ada yang gajinya Rp 100 ribu sebulan, Rp 200 sebulan. Ini yang mendasari pemikiran kami, kalau gurunya pas-pasan maka mengajarnya aras-arasan," ungkap Hendi.

"Maka ini menjadi PR kita berikutnya menyejahterakan guru swasta untuk minimal sama seperti guru lainnya," imbuhnya.

Meskipun demikian, Hendi tidak ingin para guru berharap terlalu cepat, karena perlu proses seperti administrasi dan penganggaran. Dicontohkan Hendi pada waktu penganggaran hingga realisasi kenaikan guru sekolah negeri membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.

"Tapi perlu proses, tidak bisa secara tiba-tiba seperti pendataan dan penganggaran. Dulu guru negeri prosesnya sekitar 3 tahun. Di swasta bisa sekitar 3-4 tahun," terang Hendi.

Secara khusus Hendi juga menyampaikan harapannya agar para guru dapat seirama dengan Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas anak didik untuk mendukung Semarang Hebat.

Selain itu, Hendi juga menyampaikan ucapan selamat hari guru kepada para guru. Hendi ingin guru kembali kepada marwahnya, yaitu digugu dan ditiru. Kata dia, agar bisa digugu dan ditiru oleh muridnya, guru harus memiliki kecakapan.

"Kalau Anda ingin mengajarkan anak disiplin, guru harus mencontohkan disiplin. Anda ingin mengajarkan ilmu, Anda harus membekali dengan ilmu yang mumpuni," pesan Hendi.

Hal tersebut Hendi sampaikan usai jalan sehat bersama guru-guru Kota Semarang dalam memperingati Hari Guru Nasional tahun 2019 dan HUT PGRI di anjungan Waduk Jatibarang Goa Kreo, Gunungpati, Minggu (24/11/2019). Jalan sehat diikuti lebih kurang 7.500 peserta yang terdiri dari elemen guru, PGRI, jajaran Dinas Pendidikan, OPD serta camat dan lurah.



(mul/mpr)