Sekolah Taruna Papua, Potret Pendidikan dari Tanah Cenderawasih

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 18:48 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Jakarta - Ada harapan besar dari warga Timika terhadap keberlangsungan pendidikan generasi Papua yang akan datang. Meski berada di pelosok negeri, warga Timika, Papua dinilai sudah mulai sadar akan pentingnya pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sekolah Taruna Papua, Yohana Tnunay. Ia mengatakan ada sekitar 400-an anak yang mendaftar menjadi siswa baru kelas 1 SD Taruna Papua. Jumlah ini tentunya sangat besar mengingat, kuota aslinya hanya tersedia 200 bangku saja.

"Jadi masyarakat, terlebih masyarakat asli sini sudah mengenal pendidikan, dan mereka itu maunya anaknya masuk di sini. Jadi mereka melihat ada mutunya di situ. Jadi sebenarnya mereka ingin anak-anaknya sekolah di sekolah yang bermutu, itu sih yang kami lihat," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Senin (25/11/2019).

Sekolah Asrama Taruna Papua SD-SMP merupakan sekolah yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Lembaga ini mengelola sekolah Taruna Papua yang biayanya 100% ditanggung oleh PT Freeport Indonesia.


Menurut Yohana, sekolah yang sudah berdiri sejak 2007 ini mengajarkan kurikulum pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai berbasis kehidupan. Ia ingin siswa-siswi yang bersekolah di sini tumbuh menjadi manusia yang bersih, mulai bersih dari sampah hingga bersih dari narkoba.

"Ada 2 suku besar (Amungme dan Kamoro) dan 5 Suku kekerabatan lainnya yang memiliki hak dengan PT Freeport tentunya ya dari pesisir, dari pegunungan, dari lembah, mereka bersekolah di sini. Saat ini total sudah ada 32 rombongan belajar (rombel) untuk SD-SMP," terangnya.

Kini, Sekolah Asrama Taruna Papua SD-SMP sudah memiliki 728 siswa, yang terdiri dari 125 siswa SMP dan 603 siswa SD. Mereka yang mendaftar untuk menjadi siswa di sekolah ini nantinya akan diseleksi berdasarkan usia dan kesiapan bersekolah oleh LPMAK.

Semua siswa akan menghabiskan seluruh kegiatan hariannya di sekolah dan asrama. Di sekolah ini, lanjutnya, mereka akan diajarkan disiplin, patuh, bersih, serta mengajarkan bahasa Indonesia dan Inggris secara intens.


"Mengapa kami juga fokus di bahasa Inggris? Karena dari kecil kami ingin membelajarkan anak mulai mengerti bahasa Inggris, jadi diperbaiki dari pronunciation-nya," tambahnya.

Tak hanya itu, siswa-siswa yang bersekolah di Asrama Taruna Papua SD-SMP juga sudah terjamin dari segi biaya pendidikan hingga biaya makan. Yohana mengungkapkan, makanan sehari-hari yang ada di sekolah ini disediakan oleh tim yang berpengalaman dan bertanggung jawab. "Kepala dining-nya dari Hotel Penisula," imbuhnya.

"Harapan saya dengan bergandengan tangan kita menyukseskan pendidikan di Papua, khususnya untuk suku Amungme, Kamoro, dan 5 suku kekerabatan lainnya. Dan lewat mereka ini bisa memberikan gambaran kepada dunia bahwa Papua kami ada, Papua kami bisa, Papua kami mampu bersaing," pungkasnya.

(akn/ega)