detikNews
Senin 25 November 2019, 17:14 WIB

Apakah Bangunan Lama Tetap Perlu Dibuatkan IMB?

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikNews
Apakah Bangunan Lama Tetap Perlu Dibuatkan IMB? Foto: shutterstock
Jakarta -

Dalam setiap rencana ataupun upaya mendirikan bangunan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan hal mutlak yang harus dipersiapkan bagi para pendiri atau pemilik bangunan. Oleh karena itu sejak dini harus dipersiapkan berkas apa saja yang harus dimiliki untuk mengantongi IMB.

Di tengah-tengah masyarakat awam pun, kerap beredar pertanyaan sederhana namun penting untuk dijawab terkait kasus membeli rumah atau bangunan lama, namun bangunan tersebut belum dibuatkan IMB oleh pemilik sebelumnya, apakah harus mengajukan IMB baru?

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur Bina Penataan Bangunan Diana Kusumastuti menegaskan setiap membangun rumah harus mengurus IMB. Bila rumah tergolong rumah lama dan belum mempunyai IMB, maka harus dibuatkan atau disusulkan pembuatan IMB-nya.

Diana pun kembali mengingatkan IMB menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen dalam proses jual beli.

"Jika bangunan tersebut selanjutnya akan dibangun kembali atau diubah baik banyak atau sebagian, tetap harus mengurus IMB kembali," kata Diana kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Hal ini juga berlaku jika masyarakat memiliki gedung bangunan lama kemudian dipugar kembali dan diratakan, IMB baru juga tetap diperlukan.

"Kalau fungsi dalam berubah, diperlukan IMB baru. Kalau fungsi dalam sama sekali tak berubah pun tetap mengajukan IMB baru," jelasnya.

Lebih lanjut Diana mengatakan IMB ini berkaitan dengan izin tetangga. Jika kita ingin melakukan proses konstruksi di tanah kita, walaupun milik kita namun tentunya kita juga harus 'permisi' dengan tetangga atau lingkungan sekitar.

Selain itu, jika ingin menambah satu lantai pada bangunan vertical juga harus mengajukan IMB. Tidak cukup membuat laporan saja bahwa dilakukan penambahan lantai.

"Karena dalam proses konstruksi ini mungkin ada alat berat atau tentunya ada bahan bangunan," kata Diana.

Menurut Dianat, tetangga harus tahu, bagaimanapun juga proses pembangunan secara langsung berimbas mengganggu kenyamanan umum. Lalu, dari sisi teknis pun demikian,

Diana mengatakan dinas teknis juga perlu mengetahui atau bahkan mengecek ulang apakah struktur asal bangunan tersebut sudah dihitung untuk jumlah lantai yang akan ditambahkan, atau mungkin masih butuh penguatan struktur.

"Jangan sampai bangunan gedung tersebut ambruk karena kelebihan muatan. Sudah banyak kasus bangunan yang ambruk atau sebagian ambruk karena penambahan beban yang tidak ada di rencana awal pembangunan bangunan gedung," tutup Diana.


Tonton juga SDA Jadi Fokus PUPR Dalam Pembangunan Infrastruktur 2019-2020 :

[Gambas:Video 20detik]




(mul/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com