Dapat Penghargaan Terkait Pembentukan BMKG, Megawati Kenang Jasa Gus Dur

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 17:13 WIB
Foto: Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri mendapatkan penghargaan dari BMKG. (Zunita-detikcom)
Jakarta - Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri mendapatkan penghargaan dari BMKG sebagai tokoh penguatan dan modernisasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Sebab, Megawati disebut memiliki peran penting dalam pembentukan BMKG.

Pemberian penghargaan berlangsung di Auditorium BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2019). Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memberikan penghargaan kepada Mega sebagai 'Tokoh Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.


Dwikorta menyebut penghargaan diberikan karena Megawati mempunyai peran besar dalam pembentukan BMKG. Dwi menyebut BMKG terbentuk saat Megawati menjabat sebagai Presiden Indonesia.

"Ibu Megawati Soekarnoputri mampu melihat jauh ke depan dengan mengamati fenomena perubahan iklim global akibat makin masifnya kerusakan lingkungan, dan peningkatan aktivitas kegempaan yang dapat memicu tsunami, sehingga dapat mengancam keselamatan publik dan keberlanjutan pembangunan," kata Dwikorta.

"Dengan keputusan politik beliau saat itu, lahirlah Keputusan Presiden Nomor 46 dan 48 tahun 2002, Badan Meteorologi dan Geofisika diperkuat dan dimodernisasikan fasilitasnya, dengan dilompatkan statusnya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen, yaitu sebagai Badan yang setara Kementerian yang semula berada di bawah Departemen Perhubungan menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND)," imbuhnya.

Dwikorta berharap dengan adanya penghargaan ini, pejabat-pejabat negara ataupun publik sadar akan pentingnya BMKG. Dia juga meminta masyarakat berperan aktif mengawasi observasi BMKG.

"Kami berharap penganugerahan kehormatan ini akan menjadi proses edukasi publik untuk menguatkan kesadaran pentingnya memahami, memonitor, memprediksi dan memberikan peringatan dini berbasis inovasi teknologi di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika," kata Dwikorta.

Tonton juga BMKG Workshop Bareng 13 Pakar Siapkan Infrastruktur Antigempa dan Tsunami :



Selanjutnya
Halaman
1 2