Bupati Luwu Utara Naik Motor ke Sawah, Cek Produksi Padi Petani

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 15:42 WIB
Foto: DOK. ISTIMEWA/ Bupati Luwu Utara, Sulsel, Indah Putri Indriani mengecek ancaman hama dan ketersediaan air bagi tanaman padi di wilayahnya.
Makassar - Bupati Luwu Utara, Sulsel, Indah Putri Indriani mengecek ancaman hama dan ketersediaan air bagi tanaman padi di wilayahnya. Indah mengendarai sepeda motor berkeliling area persawahan.

Indah meninjau area persawahan yang berada di Desa Cendana Putih, Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara, Senin (25/11/2019). Lokasi tersebut merupakan salah satu hamparan lahan pertanian di Luwu Utara. Sekitar 5 km lebih lokasi yang dikelilingi Bupati Indah di kawasan tersebut.

"Persoalan petani terkait hama, air, dan lainnya harus dikeroyok untuk diselesaikan bersama, termasuk bagi perusahaan yang ingin ambil bagian untuk membantu teman-teman petani," kata Indah dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/11/2019).




Menurut Indah, petani tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri mengurus lahannya. Pemerintah harus terlibat dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian.

"Pemerintah harus turun tangan melakukan intervensi melalui program dan bantuan. Bahkan, selain pemerintah, pihak lain juga diharapkan ikut berkontribusi. Kampus, dunia usaha dan lainnya mesti turun tangan," ujarnya.


 Bupati Luwu Utara, Sulsel, Indah Putri Indriani mengecek ancaman hama dan ketersediaan air bagi tanaman padi di wilayahnya. Bupati Luwu Utara, Sulsel, Indah Putri Indriani mengecek ancaman hama dan ketersediaan air bagi tanaman padi di wilayahnya. Foto: DOK. ISTIMEWA



Dia lalu menegaskan agar pihak terkait tersebut membantu petani mengatasi masalah hama agar produksi padi semakin meningkat.

"Inilah yang mau kita lihat hari ini. Kita berharap, dengan konstribusi semua pihak, kita mau fokus ke solusi untuk peningkatan kesejahteraan petani," imbuhnya





Selain produksi pertanian, Indah juga menyoroti ketaatan para kepala desa akan regulasi yang ada terkait pertanian. Ia meminta agar tidak ada aktivitas penjualan hasil padi di atas pukul 17.00 Wita.

"PR (pekerjaan rumah, red) bagi setiap kades, jangan biarkan ada penjualan setelah pukul 17.00 Wita. Penjualan ke luar daerah juga diharapkan tidak ada lagi," tegas Indah.

Hal ini karena sudah ada kerjasama antara pemerintah dengan Bulog terkait penjualan hasil padi. Dalam waktu dekat Indah juga akan meninjau pembangunan pabrik pengolahan gabah di Luwu Utara.

"Lahan kita sudah siapkan. Kita bangun pabrik. Ini penting agar harga gabah betul-betul bisa dinikmati petani tanpa potongan," imbuhnya.

"Sesuai data yang dimiliki, menyelesaikan masalah petani berarti menyelesaikan sebagian besar masalah di Luwu Utara. Lutra (Luwu Utara) ini 60 persen penduduknya petani. Jadi menyelesaikan masalah petani sama dengan menyelesaikan 60 persen masalah yang kita hadapi," tegasnya. (nvl/fdn)