Istana: Jokowi Tak Pikirkan Tambah Masa Jabatan Presiden

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 15:19 WIB
Foto: Jokowi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Muncul usul penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Istana menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu.

"Sampai hari ini presiden sama sekali tidak berpikir itu dan ini juga kalau dibiarkan menjadi kontraproduktif. Karena bagaimanapun mengubah amandemen UUD seperti membuka kotak pandora," tutur Seskab Pramono Anung di gedung Setkab, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).


Pramono menyebut Jokowi adalah presiden yang dipilih rakyat setelah reformasi. Dia yakin Jokowi bakal patuh terhadap aturan saat ini yakni masa jabatan presiden hanya 2 periode.

"Dan presiden saya yakin beliau tetap. Karena beliau adalah presiden yang dilahirkan oleh reformasi, sehingga beliau akan taat dan patuh kepada apa yang sudah ada. Bahkan partai-partai pun termasuk partai besar mereka beranggapan bahwa gagasan ini terlalu mengada-ada," ucap Pramono.


Perihal usul ini pertama kali diungkapkan Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Belakangan Arsul mengklarifikasi kalau usulan itu bukan dari MPR.

"Kami menjadwalkan dalam MPR periode sekarang, dua tahun pertama, meminta aspirasi publik. Kaminya sedang bersiap merancang bagaimana sih sarana-sarana yang akan kami gunakan untuk menjaring aspirasi publik, tiba-tiba sudah ada yang bicara tentang perubahan masa jabatan presiden. Jadi itu dari (pihak) luar," jelas Arsul. (gbr/tor)