KPI di Program Standardisasi Dai: Ceramah Tak Boleh Rendahkan Agama Lain

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 13:32 WIB
Standardisasi dai di MUI. (Lisye/detikcom)
Standardisasi dai di MUI. (Lisye/detikcom)
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan materi dalam program standardisasi dai di MUI Pusat. KPI mengingatkan pendakwah untuk memperhatikan pesan perdamaian dan menghormati agama lain.

Komisioner KPI, Mohamad Reza, awalnya membacakan aturan pada program religi di lembaga penyiaran. Reza kemudian menjelaskan pasal 6 dan 7 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) tahun 2012 yang berisikan pedoman pada acara yang bermuatan agama.

"Pasal 6 disebutkan program siaran wajib menghormati perbedaan suku, agama, dan ras dan antara golongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gende dan/atau kehidupan sosial ekonomi. Program siaran dilarang merendahkan dan atau melecehkan suku, agama, dan ras dan/atau antara golongan. Individu atau kelompok karena perbedaan suku, agama, ras, antargolongan," ujar Reza saat memberikan materi program standardisasi dai di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).


Pada pasal 7, Reza menjelaskan materi yang bermuatan agama tidak boleh menghina suku dan agama lain. Sementara itu, materi ceramah yang menyajikan muatan perbedaan antar-umat beragama harus disampaikan secara sopan dan hati-hati.

"Pasal 7 materi agama pada program siaran wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut. Tidak berisi serangan, penghinaan atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan antar dan/atau dalam agama tertentu serta menghargai etika hubungan antar-umat beragama," kata dia.

"Menyajikan muatan yang berisi perbedaan pandangan atau paham dalam agama tertentu secara berhati-hati, berimbang, tidak berpihak dengan narasumber yang kompeten, di sinilah dai masuk. Tidak menyajikan perbandingan antar-agama, tidak menyajikan alasan perpindahan agama seseorang atau sekelompok orang. Ada artis pindah agama, bisa disiarkan di TV? Saya bilang silakan kalau Anda mau kami berhentikan, nggak bisa," lanjutnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2