Seniman Tolak Revitalisasi TIM, Jakpro: Sejatinya Kita Sudah Review Bersama

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 09:07 WIB
Foto: Agung Pambudhy


Hani juga menuturkan pegiat seni dapat mencari tempat pengganti sementara TIM, semisal di Velodrome, Rawamangun. "Bila memerlukan tempat untuk berkreasi, kita obrolkan dan alternatifnya banyak semisal konser kemarin di Velodrome. Itu bisa. dan bagus," imbuh dia.

Masih kata Hani, ruang terbuka hijau yang semulai hanya 11 persen akan diperluas juga menjadi 27 persen dari total luas TIM. Hal itu bertujuan agar para pegiat seni lebih leluasa mengekplor ide-ide mereka.


"RTH dari 11% menjadi 27%, ini supaya teman-teman leluasa mengeksplorasi ide-ide dan kreasi seni," pungkas Hani.

Sebelumnya, seniman se-Jakarta diketahui menolak revitalisasi TIM karena dalam pembangunannya tidak melibatkan mereka. Rencana pembangunan hotel di dalam komplek TIM pun ikut ditolak.

Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta Dadang Solihin tak membantah bahwa soal pembangunan hotel menjadi salah satu permasalahannya. Namun, dia enggan menanggapi secara detil.

"He'eh (iya). Nanti saya kirim videonya, TIM itu masa depannya akan seperti apa. Saya dapat videonya dari Jakpro (PT Jakarta Propertindo)," ucap Dadang pada Minggu sore.
Halaman

(aud/jbr)