Kisah Guru di Pedalaman Maros, Mengabdi dengan Gaji Rp 250 Ribu per Bulan

Moehammad Bakrie - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 08:11 WIB
Khalik mengajar tepatnya di Madrasah Ibtidaiyah DDI Hidayatullah yang terletak di Kampung Bara-baraya, Desa Tanete Bulu, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan.Foto: Moehammad Bakrie/detikcom
Khalik mengajar tepatnya di Madrasah Ibtidaiyah DDI Hidayatullah yang terletak di Kampung Bara-baraya, Desa Tanete Bulu, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan.Foto: Moehammad Bakrie/detikcom
Maros - Abdul Khalik menjadi guru di pelosok Maros, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014. Niat tulusnya mengabdi tidak pernah goyah meski menerima honor yang kecil.

Khalik mengajar tepatnya di Madrasah Ibtidaiyah DDI Hidayatullah yang terletak di Kampung Bara-baraya, Desa Tanete Bulu, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan. Pria kelahiran tahun 1991 itu, tak pernah lelah mengasuh puluhan murid yang ada di kampung terpencil itu. Padahal, Khalik tinggal di areal kota Maros, tepatnya di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. Jarak antara tempat mengajar dengan rumahnya bahkan lebih dari 30 kilometer.

Setiap kali pergi mengajar, Khalik menggunakan sepeda motor, lalu berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju perkampungan Bara-baraya. Setiap kali pergi mengajar, Khalik menggunakan sepeda motor, lalu berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju perkampungan Bara-baraya. Foto: Moehammad Bakrie/detikcom

Niat tulusnya untuk terus mengabdi itu tidak pernah goyah meski dirinya hanya menerima honor sebesar Rp 250 ribu per bulan. Gaji itu diterima Khalik setiap tiga bulan sekali dari pihak yayasan. Baginya, membuat anak-anak bisa terus mengenyam pendidikan lebih penting dari sekadar imbalan.


Setiap kali pergi mengajar, anak kedua dari tujuh orang bersaudara ini berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor yang sudah mulai rusak termakan usia. Dengan menempuh jalur yang cukup sulit, motornya ia simpan di rumah warga, lalu Khalik berjalan kaki sejauh 5 kilometer menuju perkampungan Bara-baraya.

Khalik mengajar sejak tahun 2014.Khalik mengajar sejak tahun 2014. Foto: Moehammad Bakrie/detikcom

"Saya mengajar itu mulai tahun 2014 sampai sekarang. Kalau dari rumah saya itu jaraknya lebih 30 kilo lah. Karena tidak bisa naik motor langsung, ya motor saya simpan di kampung sebelah, baru saya jalan kaki. Jaraknya itu sekitar 6 kilometer," kata Khalik kepada detikcom, Senin (25/11/2019).

Jika dilihat dari penghasilannya itu, kebutuhan Khalik memang jauh dari kata cukup. Untuk menambah pendapatan, Ia pun kerap membawa madu asli dari kampung tempat ia mengajar untuk ia jual di rumahnya. Uang itulah yang ia gunakan untuk biaya perawatan motornya yang kerap mengalami kerusakan karena harus menempuh medan yang cukup berat.
Selanjutnya
Halaman
1 2