Humphrey Lempar Isu Calon Menteri Diminta Rp 500 M, Parpol Pro-Jokowi Menepis

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 18:37 WIB
Humphrey Djemat (Grandyos Zafna/detikcom)
Humphrey Djemat (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ketua PPP versi Muktamar Jakarta Humphrey Djemat melempar isu liar adanya calon menteri yang diminta menyetor Rp 500 miliar kepada sebuah partai politik agar bisa masuk Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi). Parpol pro-Jokowi pun ramai-ramai menepis isu liar tersebut.

Isu liar itu disampaikan Humphrey dalam diskusi 'Quo Vadis Pilkada Langsung', di Kantor Formappi, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2019). Humphrey mulanya berbicara soal partai politik yang melakukan politik transaksional sehingga menyandera pemimpin baru yang muncul.



"Karena andai katakan juga pilkada langsung ini dilangsungkan kehidupan partai politik kita masih juga transaksional akan menghadapi masalah yang timbul dan akan sulit muncul bibir pemimpin yang kota anggap punya integritas dan berbuat banyak untuk kesejahteraan masyarakat kita. Pemimpin yang muncul ini pasti akan tersendera oleh kepentingan partai politik tersebut," kata Humphrey.

Sejurus kemudian, Humphrey menyebut adanya seorang profesional yang diinginkan Jokowi untuk menjadi menteri. Kandidat dari profesional itu pun lalu dilirik oleh partai politik yang bersedia 'meng-endorse-nya'. Hal itu, kata dia, mengingat adanya kendala 'alokasi parpol'.

Tonton juga Jelang Kongres, NasDem Harap Jokowi dan Pimpinan Parpol Hadir :




Selanjutnya
Halaman
1 2 3