Camat Polokarto Diperiksa Polisi Gara-gara KTP Azahari
Rabu, 16 Nov 2005 16:25 WIB
Solo -
Camat Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Edi Parwoto, terpaksa harus berurusan dengan Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri. Dia diperiksa berkaitan penemuan sebuah KTP dengan foto diri Azahari yang ditemukan polisi di lokasi penyergapan gembong teroris tersebut di batu, Malang. KTP itu menggunakan alamat salah satu desa di Polokarto.Sejumlah sumber dan saksi mata membenarkan hari Selasa kemarin Edi diperiksa petugas dari Mabes Polri di kantor kecamatan setempat. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari informasi sejauh mana keabsahan sebuah KTP bergambar foto Azahari yang ditemukan polisi di rumah kontrakan Azahari usai penyergapan.Edi Parwoto sendiri hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi langsung. Para pegawai kecamatan mengatakan Edi sedang melakukan kunjungan kerja ke Desa Bugel dan desa Pranan. Namun ketika dicari di kedua desa itu, Edi tidak ada. Hanya istrinya yang memang mengadakan pertemuan dengan ibu-ibu PKK di Desa Bugel dan dilanjutkan di Desa Pranan.Ny Edi Parwoto membenarkan bahwa suaminya telah diperiksa petugas. "Ya, kemarin pagi hingga sore Bapak (Edi Parwoto -red) memang dimintai keterangan oleh polisi dari Jakarta. Tapi materi apa saya tidak tahu," ujarnya kepada wartawan di Balai Desa Pranan, Polokarto, Rabu (16/11/2005).Sumber di lingkungan kepolisian setempat juga membenarkan adanya pemeriksaan itu. Menurut sumber itu, Edi diperiksa langsung oleh dua perwira menengah dari Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri. "Pemeriksaan oleh dua perwira berpangkat komisaris besar polisi dan komisaris polisi," ujar sumber tersebut.Menurut sumber detikcom, KTP dengan foto diri Azahari itu bernama Mohammad Toha. Alamat yang digunakan adalah Desa Wonorejo, Mojolaban, Polokarto. Kebenaran administrasi KTP tersebut memang pantas diragukan sebab Mojolaban dan Polokarto masing-masing adalah dua nama kecamatan di Sukoharjo yang memang letaknya berdampingan."Saya tidak berani mengatakan lebih jauh karena tidak tahu sama sekali materi yang ditanyakan polisi kepada Pak Camat kemarin. Tapi saya berani memastikan KTP itu palsu. Pasti buatan sendiri. Jika buatan resmi pemerintah, tidak mungkin ada kesalahan sefatal itu karena Mojolaban dan Polokarto masing-masing adalahdua nama kecamatan," papar Edi Suryanto, Sekcam Polokarto.Kartunya pun, menurut Sekscam, diduga mencetak sendiri dengan dimiripkan KTP asli. Demikian pula dengan tanda tangan pejabat yang ada di dalam KTP palsu tersebut. "Besar kemungkinan mereka membuat KTP palsu dengan mencetak sendiri. Tujuan membuat KTP ya mungkin untuk mengelabuhi petugas jika kepergok pemeriksaan. Uang saja bisa dipalsukan kok, apalagi KTP," lanjutnya.Pengawasan IntensifKapolsek Polokarto AKP Jamaluddin Lawa enggan memberikan keterangan lebih jauh mengenai pemeriksaan camat Polokarto tersebut, namun dia juga memberikan bantahan. Jamaluddin hanya mengatakan bahwa daerahnya memang mendapat pengawasan cukup intens karena terdapat sejumlah nama yang terlibat dalam aksi terorberasal dari daerah tersebut.Sejauh catatan yang ada dua terpidana Bom Bali I yaitu kakak beradik Herlambang dan Herniyanto memang berasal dari Polokarto. Hingga saat ini keluarga keduanya masih menetap di daerah tersebut. Nama lain yang hingga saat ini masih dinyatakan buron adalah Syaifullah yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































