detikNews
2019/11/22 19:00:35 WIB

Jubir Bamsoet Soroti Puluhan Loyalis Tak Masuk Kepanitiaan Munas Golkar

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jubir Bamsoet Soroti Puluhan Loyalis Tak Masuk Kepanitiaan Munas Golkar Andi Sinulingga (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Dinamika menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar semakin menjadi. Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) kali ini menyindir soal kepanitiaan Munas tersebut.

"Itu ada puluhan orang, jumlah pastinya berapa, yang terindikasi orang-orang yang nggak mendukung Pak Airlangga (Hartarto) itu kan tidak dimasukkan dalam kepanitiaan munas," ucap juru bicara (jubir) Bamsoet, Andi Sinulingga, di Jenggala Center, Jalan Erlangga, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019).

Andi sendiri yang berada pada kepengurusan DPP Partai Golkar mengaku tidak dimasukkan dalam kepanitiaan. Dia menilai hal ini tidak demokratis.

"Bayangkan, saya ketua bidang pemenangan pemilu nggak masuk dalam kepanitiaan Munas yang sepanjang Munas orang tahu posisi saya di steering commitee itu orang tahu. Kalau dilakukan dengan cara yang baik demokratis saya yakin akan terjadi perubahan besar di Golkar," imbuhnya.

Dia menyinggung soal proses-proses yang tertutup sebelum penyelenggaraan Munas pada 3-6 Desember 2019 itu. Dia juga menuding banyak kader di daerah enggan menunjukkan dukungan pada Bamsoet terang-terangan karena ada tekanan.




"Dalam Munas-Munas biasanya itu ada pendaftaran, calon itu mendaftar dibuka posko kemudian DPP mempersiapkan supaya para kandidat ada debat debat calon kandidat. Kemudian mempersilakan untuk roadshow ke daerah daerah untuk menyampaikan visi misi supaya orang daerah dan itu diberikan secara bebas. Nah itu kan ruang itu ditutup," kata Andi.

"Jadi kalau saya nih memimpin partai, organisasi, kalau saya bagus saya mau Munas untuk terpilih kembali saya tidur tidur aja. Karena orang merasakan, gak perlu saya harus tekan tekan orang pengaruhi orang-orang, karena orang merasakan apa yang saya pimpin dan orang tahu kemana saya mau bawa partai ini, jadi jelas direction yang saya mau arahkan kemana," sambungnya.

Sementara itu, dia juga menanggapi isu terkait adanya kesepakatan Bamsoet yang dipilih sebagai Ketua MPR agar tidak maju sebagai caketum Golkar. Menurut Andi, Bamsoet mewakili Golkar sebagai Ketua MPR bukan hibah dari Airlangga, melainkan dipilih secara musyawarah.

"Itu keliru, MPR itu bukan pemberian Pak Airlangga, MPR itu penugasan partai, diputuskan dalam rapat. Kedua adalah konsolidasi banyak partai kan semua partai, semua partai menyetujui di Golkar orangnya Pak Bambang Soesatyo. Jadi jangan dikira bahwa jabatan ketua MPR itu hibah dari Pak Airlangga Hartarto, keliru," ungkapnya.

Diketahui Wakorbid Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum (caketum) Golkar. Bamsoet mengatakan siap menjalankan perintah para kader yang mendukungnya.


Simak Video "Airlangga Ingin Munas Partai Golkar Digelar Musyawarah"





Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com