Jumlah Pembantu Jokowi 'Gemuk', Moeldoko Bicara Teori Efisiensi-Efektivitas

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 15:35 WIB
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Jumlah pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti menteri, wakil menteri, hingga stafsus, mengalami 'obesitas' di periode keduanya. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan tidak ada motif akomodasi secara politik.

"Jadi di dalam cara menghitung efisien atau tidak, jangan mau berhemat 1.000, tapi hasilnya sedikit. Tapi kita keluarkan 2.000, hasilnya lebih banyak. Untuk itu, supaya dipahami secara baik bahwa tidak ada upaya akomodatif atas desakan politik. Tidak. Tapi sungguh-sungguh ingin pencapaian atas apa yang sudah digariskan Presiden," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).


Di kabinet, Jokowi memiliki 34 menteri, 2 pejabat setingkat menteri (KSP-Seskab), jaksa agung, kepala BKPM, Kapolri, Panglima TNI, 12 wakil menteri, dan 14 staf khusus (termasuk sekretaris pribadi). Moeldoko lantas berbicara mengenai efisiensi dan efektivitas.

"Ada teori efektivitas ya. Teori efisiensi. Jadi walaupun umpamanya kita begini, kita ngeluarin 1.000 tapi hasilnya sedikit, kita mendingan keluarin 2.000 tapi hasilnya banyak. Pilih yang mana, kan begitu. Itu teori efisiensi seperti itu. Berikutnya, efektivitas juga pencapaian atas sasaran yang ditentukan oleh Presiden itu perlu waktu yang cepat. Itu ciri-ciri kepemimpinan presiden adalah speed, waktu yang cepat," kata Moeldoko.


Moeldoko menyebut beban kerja periode kali ini meningkat sehingga dianggap perlu menambah beberapa personel di kabinet.

"Waktu yang cepat itu perlu sumber daya. Untuk itu sumber daya yang ada mungkin dianggap lebih kuat lagi kalau diperkuat wamen. Sudah dihitung lah ya, ada kalkulasi-kalkulasi," katanya.




Simak Video "Moeldoko Bentuk Struktur Baru Kantor Staf Presiden"

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/fdu)