Profil Staf Khusus Presiden

Belva Devara: Lulusan Harvard-Stanford, CEO Ruang Guru, Kini Stafsus Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 10:02 WIB
Belva Devara (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)
Belva Devara (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)

Pada Juli 2014, Belva dan Muhammad Iman Usman mendirikan perusahaan rintisan bernama Ruang Guru. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi aplikasi belajar terkemuka di Indonesia. Dia mengaku punya 3.500 orang yang bekerja untuk Ruang Guru. Inovasi teknologi pendidikan ini membuat nama Belva semakin dikenal.

Dia mendapat sederet penghargaan, antara lain Promising Southeast Asian Entrepreneurs Under 30 Tahun 2016 dari Tech In Asia, Forbes 30 Under 30 pada 2017. Pada 2018, dia mendapatkan penghargaan ASEAN 40 Under 40 dan dinyatakan sebagai satu dari 40 orang berpengaruh di bawah usia 40 tahun di ASEAN. Dia juga menyabet penghargaan 40 Under 40, The Vanguards tahun 2018 dari Prestige Magazine, karena dianggap sebagai perintis teknologi di Indonesia.


Belva sendiri sudah pernah diundang rapat terbatas bersama Jokowi 2 tahun lalu. Berdasarkan catatan detikcom, ratas digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 2017 dengan topik masalah pendidikan. Selain Belva, Jokowi mengajak Nadiem Makarim (pendiri Go-Jek), yang kini menjadi Mendikbud.

"Proses panjang. Jadi saya dengan Presiden sering diskusi mengenai sektor pendidikan. Saya diundang ratas di Istana Bogor tahun 2017, 2 tahun lalu. Setelah itu bertemu di beberapa kesempatan lain, di ITB, acara Kemendikbud," kata Belva usai diperkenalkan Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Jokowi kenalkan staf khusus presiden / Jokowi kenalkan staf khusus presiden / Foto: Rengga Sancaya




Jadi, Belva sudah sering bertemu Jokowi dalam beberapa kesempatan. Kini, Belva mengaku bangga bisa masuk Istana sebagai stafsus.

"Saya diminta menjadi salah satu stafsus. Rasanya tidak terbayang di pemerintah sebelumnya atau di negara lain anak muda seperti kita mampu ke ring 1 Istana. Dan ini merupakan komitmen dari presiden bahwa anak milenial ini harus ikut serta dalam kebijakan publik yang tadinya apatis sekarang tak apatis lagi," ujarnya.
Halaman

(dnu/imk)