Perangi Terorisme, Pakistan Pantau Pelajar WNI
Rabu, 16 Nov 2005 13:30 WIB
Jakarta - Guna memberantas aksi terorisme, Pakistan menjalin komunikasi dengan BIN memantau aktivitas pelajar asal Indonesia yang tengah menimba ilmu di sana."Kami telah membuat peraturan dan UU, di antaranya mengatur pemantauan, pengajaran di madrasah- madrasah, gerakan ekstremis, dan mengawasi daerah perbatasan," kata Dubes Pakistan Syed Mustafa Anwer Husain.Hal ini disampaikan Mustafa dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2005). Ini merupakan hari kedua DPR mengundang perwakilan negara-negara sahabat untuk rapat. Selasa kemarin yang diundang adalah Dubes Inggris dan Dubes Australia serta Dubes AS. Menurut Husain, Pakistan telah banyak menangkap anggota Al Qaeda dan menangkap kelompok-kelompok yang memiliki jaringan dengan Osama, karena negeri itu diduga sebagai tempat persembunyian Osama."Di internal Pakistan, pemerintah meningkatkan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan membangun kerja sama internasional," ujar Husain.Dalam kesempatan yang sama, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Saudi Arabia Abdullah M Al Ghamdi menegaskan komitmennya memberantas terorisme. "Wajib hukumnya memerangi terorisme. Negara kami tidak terlibat terhadap aksi teror dan kami tidak mendukung apa pun aksi teror karena dia tidak memiliki agama, dan tanah air tertentu," urai Abdullah.Bukti Arab Saudi serius melawan terorisme, menurut Abdullah, pihaknya telah menggelar muktamar internasional. Dalam momen itu, Raja Arab Saudi mengusulkan dibentuk pusat internasional untuk memerangi terorisme.Saat anggota komisi I dari FPPP Andi Ghalib menanyakan keberadaan Osama Bin Laden, Abdullah menegaskan bahwa status kewarganegaraan Osama telah dicabut."Benar dulu Osama bin Laden warga negara Arab Saudi. Saat terjadi invasi Uni Soviet ke Afghanistan, dia menjadi mujahid untuk memerangi Uni Soviet sehingga seluruh negara Islam membantu dan mendukung Osama. Tetapi kondisi akhir-akhir ini berubah. Dia dituduh menjadi teroris, akhirnya kami mencabut kewarganegaraan Osama bin Laden," papar Abdullah.Duta Besar Filipina Shulan O Primavera menyampaikan keseriusan negaranya memerangi teroris. Dia juga menegaskan pemerintahannya telah memberikan ruang dan kesempatan bagi orang Islam untuk duduk di kursi pemerintahan.
(aan/)











































