LPAI Minta Pemprov NTB Hentikan Joki Cilik Pacuan Kuda

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 17:31 WIB
Foto: Kak Seto (Kintan Nabila/detikHealth)
Foto: Kak Seto (Kintan Nabila/detikHealth)
Jakarta - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyoroti insiden joki cilik meninggal saat pacuan kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketua LPAI Seto Mulyadi meminta Pemprov NTB menghentikan penggunaan joki cilik di pacuan kuda.

"LPAI mendorong pemerintah, Pemprov NTB dan Pemkab Bima segera menghentikan, mengevaluasi kegiatan joki cilik tersebut, termasuk melakukan pemulihan dan pemenuhan hak anak yang tercerabut dalam jeratan sebagai joki cilik," ujar Seto Mulyadi kepada wartawan di Gedung Aneka Bhakti, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).


LPAI juga menyuarakan agar pemerintah daerah setempat segera melakukan penghapusan bentuk-bentuk eksploitasi anak dan mengatur regulasi penggunaan joki pacuan kuda.

"Agar dilakukan langkah komprehensif dan dalam kerangka waktu yang terukur untuk penghapusan bentuk-bentuk eksploitasi anak, joki cilik pacuan kuda, termasuk membuat regulasi yang diperlukan," kata Seto.

Tonton juga Ketua LPAI Nilai Demonstrasi Bukan untuk Pelajar :


[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2