LPAI Kecam Pacuan Kuda di NTB Pakai Joki Cilik: Ini Eksploitasi Anak

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 17:23 WIB
Foto: LPAI (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengecam pemanfaatan joki cilik pacuan kuda yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Seto mengatakan joki cilik ini merupakan bentuk eksploitasi yang dilakukan terhadap anak-anak.

"LPAI bukan menghentikan budayanya tapi menghentikan eksploitasi anak. Anak digunakan dengan salah. Anak bisa ikut dengan menggambar peristiwa pacuan kudanya tapi tidak dijadikan joki," ujar Seto Mulyadi di Gedung Aneka Bhakti, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).


Menurut Seto, puncak eksploitasi anak yang terjadi di NTB 14 Oktober lalu merupakan catatan yang buruk yang terjadi. Seto menyebutkan bahwa kecelakaan joki cilik bisa menyebabkan luka-luka yang serius.

"Tak hanya itu Joki cilik ini juga mengalami kecelakaan saat menunggang kuda pacuan seperti: jatuh yang berdampak lumpuh separuh badan, muka rusak hingga dijahit, patah kaki, patah tangan dan bentuk lainnya," kata Seto.

Selanjutnya Seto juga mengatakan bahwa joki cilik memiliki risiko tinggi untuk anak-anak di bawah umur. Bahkan menurut Seto, tindakan ini juga bisa menghilangkan nyawa anak.

"Tindakan massif yang mempekerjakan anak di bawah umur dengan risiko-resiko tinggi pada tubuh, keamanan dan kesehatan joki cilik bahkan seringkali kehilangan nyawa anak. Kehilangan jiwa anak itu adalah melanggar hak hidup anak yang merupakan hak utama (supreme rights)," ujar Seto.

Selanjutnya
Halaman
1 2