Timses Klaim Pencalonan Bamsoet sebagai Caketum Golkar Banyak Dijegal

Timses Klaim Pencalonan Bamsoet sebagai Caketum Golkar Banyak Dijegal

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 18:28 WIB
Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Menjelang Munas Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendapat berbagai dukungan untuk maju sebagai calon ketua umum (caketum). Namun, dalam proses pencalonan Bamsoet sebagai caketum Golkar mendapatkan banyak halangan.

"Kami juga ingin klarifikasi agar teman-teman daerah yang nampaknya masih ada intimidasi, pendekatan dengan cara struktural, dengan cara yang menekan pada teman-teman karena jabatannya setiap saat bisa digeser sebelum munas," ujar Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit di Hotel Sultan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta (20/11/2019).

Ahmadi mengatakan ada juga tenaga ahli anggota DPR yang diberhentikan karena mendukung Bamsoet. Dia mempertanyakan keputusan tersebut.


Ahmadi mengatakan selain intimidasi, kubu Airlangga Hartarto juga melanggar komitmen bersama. Menurutnya, persyaratan yang diajukan Bamsoet sama sekali tak dilaksanakan. Namun Ahmadi tidak menyebutkan komitmen bersama yang dimaksudnya.

"Tapi apa yang terjadi, persyaratan yang diajukan BS tidak satupun yang dilaksanakan, itu adalah wanprestasilah kalau dalam bisnis. Saya mengklarifikasi pada semua pihak termasuk teman-teman apabila ada persyaratan dari sebuah komitmen dilanggar, komitmen jadi tak berlaku, nggak boleh dong sepihak. Harus dua-duanya gentle, kalau ada persyaratan, peryaratannya harus dipenuhi dua-duanya," katanya.

Selain itu, kata dia, pelanggaran lain terjadi dalam rapat pimpinan (rapim) soal penentuan pemilihan caketum Golkar. Dia mengatakan tak ada nama dari Bamsoet yang masuk jajaran penyelenggara munas.


"Tapi apa yang terjadi, musyawarah mufakat itu diterjemahkan bahwa di kepanitiaan kita, kita sama-sama, ada keinginan bersama-sama. Yang terjadi apa? Dari semua kepanitiaan, apakah di OC, SC dan penyelenggara ada 91 orang nama dari Pak BS semuanya dicoret. Ini perilaku apa kalau ingin musyawarah mufakat, ini perilaku apa?" katanya.

Ahmadi menyebut semua itu dilanggar dengan cara-cara yang otoriter sehingga membuat semua DPD Golkar tertekan. "Teman-teman meminta daerah, 'Pak Supit yakinlah kepada kami, nanti di bilik suara yang menang adalah BS. Kami tidak berdaya untuk melakukan perlawanan terbuka'," katanya.

Dia mengatakan harus ada komitmen bersama antara Bamsoet dan Airlangga soal memastikan Golkar tak pecah. Bagi pihak yang menang harus menjamin Golkar tak pecah.

"Keduanya dipersilahkan (punya deal). Jadi jangan merasa bahwa pasti menang, kalau nggak boleh saja menyampaikan aspirasinya. Jadi berdualah kalau menang bisa apa jaminan atau komitmen supaya stakeholder ini tidak pecah, begitu pula juga AH bagaimana supaya nggak pecah, harus sama-sama menawarkan opsi. Karena kami nggak pernah membayangkan BS kalah, kalau fair pasti menang, itu posisinya," ujar dia.
Halaman

(fas/jbr)