FPMB Kembali Laporkan Sukmawati ke Bareskrim

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 17:01 WIB
Sukmawati Soekarnoputri (Ari Saputra/detikcom)
Sukmawati Soekarnoputri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Forum Pemuda Muslim Bima (FPMB) kembali melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri. Pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno dianggap sebagai penodaan agama.

"Kita laporkan Sukmawati Soekarnoputri berkaitan dengan terjadinya kegundahan di masyarakat, khususnya umat muslim. Jadi dari Sabang sampai Merauke ini umat muslim gundah akibat perilaku yang dilakukan Sukmawati dengan melakukan penodaan terhadap agama," kata kuasa hukum FPMB, Dedi Junaedi, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Dedi mengatakan laporan kali ini terkait ucapan Sukmawati yang saat berpidato beberapa waktu lalu. FPMB melaporkan Sukmawati karena membandingkan Alquran dengan Pancasila.


"Jadi membandingkan Nabi Muhammad dengan bapaknya, Sukarno, kemudian membandingkan antara Pancasila dengan Alquran. Itu jelas bagi kami, kami ternodai," ucapnya.

Kuasa Hukum FPMB, Dedi Junaedi, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim atas dugaan penodaan agamaKuasa hukum FPMB, Dedi Junaedi, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim atas dugaan penodaan agama. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0983/XI/2019/BARESKRIM pada 19 November dengan tuduhan penistaan agama sesuai dengan Pasal 156a KUHP. Dedi juga menyerahkan alat bukti berupa screenshot dan CD.

"Kita sudah membawa alat bukti ada 4 screenshot terkait masalah statement beliau, kemudian CD video dia lagi ceramah," ujar Dedi.




FPMB sebelumnya juga sudah melaporkan Sukmawati ke Bareskrim. Laporan tersebut dibuat oleh Imron Abidin selaku Ketua FPMB. Laporan Imron itu dicatatkan dalam Tanda Penerimaan Surat Pengaduan Masyarakat pada tanggal 16 November 2019 di Bareskrim Polri.

"Semua pernyataan di atas sangat menyakitkan umat Islam khususnya kami dari Forum Pemuda Muslim Bima," ujar salah satu kuasa hukum Imron, Dian Prana Djaya, dalam keterangannya, Sabtu (16/11) malam.


Mereka melaporkan Sukmawati atas dugaan penistaan agama sesuai dengan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Adapun dasar laporan tersebut adalah video Sukmawati yang mengisi acara diskusi pada 11 November lalu yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Sukmawati juga dilaporkan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) atas persoalan yang sama ke Polda Metro Jaya. Sukmawati juga dilaporkan seorang warga bernama Irvan Noviandana terkait ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan presiden pertama RI Sukarno. (abw/jbr)