Beda First Travel, Aset Abu Tours Dikembalikan ke Jemaah Lewat Kurator

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 10:58 WIB
Kantor pusat Abu Tours di Makassar (Dok. detikcom)
Makassar - Mahkamah Agung (MA) merampas aset First Travel untuk negara, padahal aset itu dibeli dari uang jemaah. Berbeda dengan First Travel, aset Abu Tours dikembalikan ke jemaah melalui kurator.

Berdasarkan putusan sidang Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, hakim memutuskan bahwa PT Amanah Bersama Umat (Abu Tours) dinyatakan pailit dan asetnya dikembalikan ke jemaah melalui kurator yang telah ditunjuk.

"Di Abu Tours kan tidak ada perdamaian, PKPU langsung diputus pailit. Kedua tidak ada tuntutan disita sama negara," kata kurator Tasman Gultom saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/11/2019).


Tasman mengatakan hingga saat ini aset Abu Tours masih berada di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. Pengembalian aset ini akan dilakukan setelah sidang korporasi Abu Tours telah selesai pada akhir November ini.

"Biasanya korporasi kan menentukan denda dan kita kan belum tahu putusan dendanya berapa. Sampai hari ini kan kami belum diserahkan dari kejaksaan soal aset Abu Tours, masih di mereka," ujarnya.

Meski begitu, Tasman menyebut ada satu aset sari Hamzah Mamba yang telah masuk pelelangan. Aset itu, berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan bagian dari kepemilikan BNI Syariah.

Aset yang berupa ruko itu belum laku dan saat ini masuk tahap lelang kedua dengan harga aset likuidasi yang ditawarkan ke masyarakat.

"Jadi harapan kita nanti tidak seperti itu (di Kendari). Jadi prosesnya nanti kalau diserahkan ke kami semua asetnya, kami langsung lelang melalui KPKNL. Nanti semua hasil lelang dibagi ke jemaah," tegas dia.

Dia pun menampik kabar bahwa pembagian hasil akan mendahulukan perusahaan-perusahaan besar dibanding jemaah.

"Itu rinciannya kan normatif, ada pajak, ada karyawan-karyawan terlebih dahulu," ujarnya.


Meski begitu, dia mengingatkan lelang aset Abu Tours akan bergantung pada appraisal di KPKL. Hal ini karena adanya harga barang yang mengalami penyusutan, semisal kendaraan kendaraan milik Abu Tours dan Hamzah Mamba.

"Katakanlah ada Alphard, ada penyusutan barang. Jadi bagaimana appraisal terakhir lah," ucapnya.




Tonton video Aset First Travel Dirampas Negara, Korban Nelangsa:

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/asp)