Round-Up

Saran-saran untuk Sukmawati yang Kembali Tersandung Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 06:35 WIB
Sukmawati Soekarnoputri. (Foto: Ari Saputra)


Sementara itu, PPP menilai pernyataan Sukmawati melukai perasaan umat Islam. Untuk itu, PPP meminta Sukmawati segera meminta maaf.

"Untuk menyejukkan keadaan, sebaiknya Ibu Sukmawati menjelaskan secara jernih dan meminta maaf kepada umat Islam. Aparat kepolisian agar bersikap profesional dan profesional menangani persoalan ini," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek).

Adapun anggota MPR F-PKS Andi Akmal Pasluddin meminta Sukmawati memberikan klarifikasi dan meminta maaf soal pernyataannya itu. Ia yakin umat akan memahami.

Andi meminta kejadian ini menjadi pembelajaran bagi Sukmawati karena dinilai sudah dua kali berkomentar soal hal yang tidak dipahaminya. Menurutnya, agama adalah ranah privat dan tidak bisa dibanding-bandingkan.

"Agama ini kan masalah privat, dan kita tidak bisa berbicara membanding-bandingkan ya. Membandingkan antara satu agama dengan agama yang lain kan nggak boleh juga, kan itu wilayah yang sangat privat. Jadi Ibu Sukmawati saya kira perlu introspeksi dan mengambil pelajaran dari ini, dan kita menyarankan juga agar bisa minta maaf," ucapnya.

Wamenag Zainut Tauhid juga berkomentar soal pidato Sukmawati. Dia mendukung proses hukum, tapi yang penting, jangan sampai persoalan ini menimbulkan gesekan berkaitan dengan agama.

Zainut tetap mengimbau semua pihak agar menahan diri.

"Ya negara kita negara hukum, saya kira sah-sah saja kalau masyarakat mengadukan hal tersebut kepada mekanisme hukum. Tapi kami mengimbau bahwa yang penting tidak perlu sampai terjadi kegaduhan, tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tetap kita harus menahan diri. Silakan proses hukum dilaksanakan," kata Zainut di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Halaman

(idn/idh)