Tjahjo Jawab Alasan Jokowi Tunjuk MenPAN-RB dari PDIP

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:42 WIB
Tjahjo Kumolo (Lamhot Aritonang/detikcom)
Tjahjo Kumolo (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP Cornelis mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk politikus PDIP sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Bagaimana respons MenPAN-RB Tjahjo Kumolo?

"Ini dalam rangka mewujudkan sistem pemerintahan yang profesional, sistem pemerintahan yang cepat melayani masyarakat, sistem pemerintahan yang cepat memberikan izin kepada seluruh lapisan masyarakat. Saya kira semua sama," kata Tjahjo di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).



Dalam rapat kerja (raker) dengan Tjahjo, Cornelis memang mempertanyakan keputusan Jokowi menunjuk politikus PDIP sebagai MenPAN-RB. Menurut Cornelis, jika MenPAN-RB tidak berhati-hati dalam mengambil kebijakan, akan berdampak buruk bagi PDIP.

Tjahjo pun menyadari kebijakan apa pun yang nantinya akan ditetapkan memiliki risiko politik tersendiri. Namun, ia tak mempermasalahkan potensi tersebut.

"Apa pun yang diambil pemerintah adalah keputusan politik. Segala risiko itu risiko politik. Tapi ini kan risiko politik untuk kepentingan bangsa dan negara, itu saja," jelasnya.



Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi II Cornelis menilai kebijakan MenPAN-RB dapat memberikan dampak bagi PDIP. Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu menyebut PDIP bisa kalah di Pemilu 2024.

"Kenapa Presiden kasih orang PDIP jadi MenPAN, sedangkan ini penyakit besar ini Pak? Salah-salah nanti kami Pemilu 2024 ini bisa kalah ini, karena eselon tiga, eselon empat disembelek (sembelih-red) semua. Sedangkan di lapangan, politik birokrasi ini sangat menentukan, mati kita. Kenapa nggak dikasih ke partai lain aja?" kata Cornelis dalam rapat raker dengan Tjahjo di kompleks MPR/DPR, siang tadi.



Simak juga video Raker Bareng DPR, MenPAN-RB: Tak Semua Eselon III-IV Dihapuskan:

[Gambas:Video 20detik]



(zak/haf)