Warga Korban Penggusuran di Sunter Bertahan, Tolak Dipindah ke Rusun

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 17:47 WIB
Warga Sunter Perkasa, Jakut, bertahan di lokasi penggusuran. (Farih/detikcom)


"Kalau di rumah susun itu masih dipikir dulu ya karena rumah susun itu usahanya apa. Otomatis kayak orang mencekam gitu kan, usaha warga udah pada begini. Rumah susun itu kan sepetak, mending kalau dapat di bawah kalau ke atas usahanya apa. Kalau orang yang di rusun itu kan orang yang kerja di kantor atau kerja di gudang. Warga sini usahanya begini tinggal di rumah susun ya masih mikir dua kalilah," jelasnya.

Tia berharap akan ada kebijaksanaan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar diberi kesempatan kepada warga untuk tetap bisa tinggal di lokasi. "Minta pertolongannya ke pemerintah kalau memang di sini udah nggak bisa, ya kalau masih bisa warga tetap bertahan di sini karena di sini perjuangannya berpuluh-puluh tahun. Tadinya di sini itu rawa-rawa, belum ada jalan begini. Cuma sama warga ditebangin, dijadikan tempat teduh buat cari nafkah," katanya.


Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom

Siang tadi sejumlah anggota Satpol PP sempat mendatangi lokasi penggusuran. Sejumlah warga yang mengira akan ditertibkan menghadang petugas. Mereka meminta tidak digusur lagi. Beberapa petugas Satpol PP menenangkan warga yang emosional. Tak berapa lama kemudian, petugas Satpol PP meninggalkan lokasi.

Penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakut, dilakukan pada Kamis (14/11). Sempat terjadi ketegangan dalam penertiban tersebut karena warga mempertahankan bangunan yang sudah ditinggali puluhan tahun.


Wali Kota Jakut, Sigit Wijatmoko mengatakan tak ada kericuhan dalam penertiban. Dia mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Utara sudah berkomunikasi dengan warga tentang penertiban. Warga, menurut Sigit, menerima pembongkaran tersebut.

"Nggaklah, nggak ada (kericuhan). Damai, sampai saat ini pun damai," ucap Sigit kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/11).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, sebagai lokasi relokasi warga Sunter yang terkena gusur. Namun belum ada warga yang mendaftar untuk menempati rusun.


"Kita siapkan rusun Marunda. Tapi ternyata mereka tidak ada yang mendaftar. Karena rata-rata hanya sebagai tempat usaha," ucap Sigit.
Halaman

(fas/jbr)