Warga Korban Penggusuran di Sunter Bertahan, Tolak Dipindah ke Rusun

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 17:47 WIB
Warga Sunter Perkasa, Jakut, bertahan di lokasi penggusuran. (Farih/detikcom)
Warga Sunter Perkasa, Jakut, bertahan di lokasi penggusuran. (Farih/detikcom)
Jakarta - Warga korban penggusuran di Sunter, Jakarta Utara, menyatakan akan tetap bertahan dan menolak direlokasi ke rumah susun (rusun). Mereka menolak pindah ke rusun dengan alasan sulitnya mencari kerja.

Warga bernama Mila (30) menyebut dirinya sudah tinggal di Sunter sejak 2003 dan bekerja sebagai penjual barang-barang bekas. Oleh karena itu, dirinya akan tetap bertahan dan menolak untuk dipindah ke rusun.

"Cari nafkah susah di sana, mau dagang apa? Jadi tetep bertahan di sini. Mudah-mudahan dikasih jalan keluar sama pemerintah. Kalau dipindah ke rumah susun belum tentu dikasih gratis juga," ujar Mila di lokasi, Jl Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakut, Senin (18/11/2019).


Selain Mila, warga lain bernama Tia (47) menolak dipindahkan ke rusun. Tia bersama keluarganya akan tetap bertahan di lokasi lantaran tak punya tempat lain untuk dituju.

"Ya tetap bertahan, mau pindah ke mana lagi karena saya nggak punya tempat lain. Saya nggak punya keluarga tinggal di Jakarta," kata Tia.

Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom

Alasan lain, kata Tia, warga yang terdampak penggusuran itu tak memiliki cukup uang untuk mengontrak tempat tinggal. Menurutnya, warga yang sudah terbiasa berdagang barang bekas akan kesulitan mencari nafkah jika dipindah ke rusun.


Selanjutnya
Halaman
1 2