Deklaratornya Jadi Pahlawan, PPP Harap Gelar Serupa untuk Mbah Moen

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 21:53 WIB
PPP mengenang Mbah Moen dan mensyukuri gelar pahlawan nasional untuk KH Masjkur. (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta - KH Masjkur telah ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. PPP bersyukur karena KH Masjkur adalah salah satu deklarator PPP.

Di markas DPP PPP, JL Diponegoro Nomor 60, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2019), digelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama mengenang wafatnya KH Maimoen Zubair, serta tasyakuran atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada KH Masjkur.



Di acara ini, hadir Rois Syuriah PBNU M Mustofa Aqil Siradj, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa yang sekaligus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara, dan politikus PPP yang kini duduk sebagai Wakil Menteri Agama Zanut Tauhid. Hadir pula Tosari Wijaya selaku perwakilan keluarga KH Masjkur.

"KH Masykur diberi penghargaan Pahlawan Nasional. Beliau juga pendiri PPP. Terima kasih kepada DPP yang telah memberikan penghargaan pahlawan nasional kepada KH Masykur," kata Tosari.

Suharso yang bersarung kemudian berbiara. Dia berterima kasih kepada pemerintah atas gelar pahlawan yang diberikan kepada deklarator PPP. Selanjutnya, Suharso akan mengusahakan agar KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) juga mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Terima kasih kepada negara telah memberikan gelar pahlawan. Untuk Mbah Moen, tentu akan kita proses," kata Suharso.



PPP berdiri tahun 5 Januari 1973 sebagai fusi atas berbagai partai. PPP berdiri dideklarasikan oleh lima deklarator, yakni KH Idham Chalid (Ketum PBNU saat itu), H Mohammad Syafaat Mintaredja (Ketum Parmusi), H Anwar Tjokroaminoto (Ketum PSII), H Rusli Halil (Ketum Perti), dan H Masjkur (Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di Fraksi DPR). (dnu/knv)