detikNews
2019/11/16 20:53:38 WIB

Round-Up

Akhir Kisah Pelaku Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Akhir Kisah Pelaku Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar Pelaku teror air keras ditangkap polisi. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Teror penyiraman air keras menghantui warga Jakarta Barat selama beberapa hari terakhir ini. Setidaknya sudah tiga kejadian penyiraman air keras di dua wilayah Jakarta Barat.

Dari tiga kejadian itu, 9 orang, terdiri atas 8 siswi SMP dan 1 ibu pedagang sayur, menjadi korban. Para korban mengalami luka bakar di bagian wajah hingga kaki dengan tingkat luka yang bervariasi.

Dirangkum detikcom, kejadian pertama terjadi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (5/11) sore. Saat itu, dua korban siswi SMP mengalami luka bakar di wajah hingga tangan.

Kejadian berikutnya menimpa seorang pedagang sayur, Sakinah (60), di Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (11/11). Terakhir, enam siswi SMP disiram air keras di Jalan Mawar, Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (15/11) siang.

Dari ketiga kejadian itu, polisi melakukan penyelidikan menyeluruh. Polisi mencari bukti dan petunjuk, hingga akhirnya berhasil menangkap seorang pelaku bernama Vindra Yuniko (29). Vindra ditangkap tidak jauh di lokasi kejadian ketiga, pada Jumat (15/11) malam, saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).



Polisi memastikan Vindra adalah pelaku tunggal dari tiga kejadian tersebut. Rekaman CCTV menangkap jelas wajah Vindra saat detik-detik penyiraman air keras.

"Semua TKP satu orang pelakunya," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto kepada detikcom, Sabtu (16/11/2019).



Polisi juga telah memeriksa cairan kimia yang digunakan untuk melukai para korban. Dari hasil pemeriksaan Puslabfor, cairan kimia yang digunakan di tiga TKP sangat identik, yakni mengandung soda api.

"Antara TKP 1, 2, dan 3 kami temukan bahan yang digunakan bahan jenis sama, yaitu soda api," jelas Kabid Kimbiofor Publasfor Bareskim Polri Kombes Andi Firdaus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Soda api, disebutnya, menjadi salah satu cairan yang berbahaya jika mengenai kulit manusia. Cairan ini jika terkena kulit bisa menyebabkan iritasi.

"Efek soda api itu iritasi, bisa memerah, sampai efek di kulit. Yang kami periksa di sini kadarnya nggak tinggi dan bisa dilihat di foto gambar korban. Jadi (korban) bisa sehat sendiri," kata Andi







Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com