RI-Malaysia Akan Teken MoU 2 Daerah di Kalimantan Jadi Batas Negara

RI-Malaysia Akan Teken MoU 2 Daerah di Kalimantan Jadi Batas Negara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 12:19 WIB
Penandatangan MoU kesepakatan batas wilayah itu akan dilakukan pekan depan. Foto: Ibnu/detikcom
Penandatangan MoU kesepakatan batas wilayah itu akan dilakukan pekan depan. Foto: Ibnu/detikcom
Jakarta - Badan Informasi Geospasial (BIG) mengatakan masih ada sejumlah permasalahan mengenai titik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. BIG menyebut ada sembilan titik daerah Outstanding Boundary Problem (OBP).

"Di perbatasan di Kalimantan batas darat ada lebih 2.000 km. Dari 2.000 km ada yang 9 titik yang tidak disepakati, Muncul outstanding ada 9 titik," kata Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah BIG, Ade Komara Mulyana, di diskusi Polemik di Hotel Ibis, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019).

Ade mengatakan sembilan OBP itu dibagi menjadi dua bagian wilayah barat dan timur. Ia mengatakan lima dari sembilan OBP sudah ada titik terang dan dua di antaranya sudah disepakati sebagai batas wilayah Indonesia dan Malaysia.

Menurut dia, penandatangan MoU kesepakatan batas wilayah itu akan dilakukan pekan depan. " 2 OBP sudah disepakati betul dan akan ditandatangani MoU minggu depan di Kuala Lumpur," kata Ade.

Ia menjelaskan dua daerah OBP itu yakni segmen Sungai Simantipal dengan luas wilayah sengketa kurang lebih 4.500 hektare dan segmen C500-600 seluas 400 hektare.

Selain itu, Ade menjelaskan ada tiga daerah OBP lainnya yang sudah ada titik terang. Tiga daerah OBP itu berada di sebelah timur yakni di sebelah utaranya Kalimatan Utara.

"Segmen ketiga yang titik terang yaitu di Pulau Sebatik. Di situ situ ada rumah terbelah 2 oleh garis perbatasan dan belum disepakati karena masih menjadi sengketa. Nah Pulau Sebatik ini sudah disepakati secara teknis, pilar yang dibangun Inggris-Belanda kita hancurkan, kita ganti baru dengan hasil kesepalatan tahun ini," ucapnya.

Ade melanjutkan untuk dua titik lainya berada di Sungai Sinapat Sesar. Ade menjelaskan untuk penyelesaian dua titik OBP di Sungai Sinapat Besar itu akan dilakukan pengukuran ulang.

"Ini akan diselesaikan dengan cara kami lakukan pengukuran ulang dengan koordinat dari Sinapat kemudian berdasarkan koordinat itulah disepakati oleh dua belah pihak koordinatnya ini, baru ditentukan ini masuk Malaysia atau Indonesia. Ini akan kami lakukan tahun depan tapi metodologi sudah kita sepakati," tuturnya.




Megahnya Masjid Hidayatturrahman, Menjulang di Perbatasan RI-Malaysia:

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/aan)