Moeldoko Saran Cegah Stunting dengan Ayam, Komisi IX: Lebih Baik Pendidikan

Faiq Hidayat - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 06:49 WIB
Gedung DPR (Foto: Lamhot Aritonang)
Gedung DPR (Foto: Lamhot Aritonang)


Pendidikan yang dimaksud, sambung dia, memberikan pengetahuan cara memberikan gizi sebelum hamil hingga sudah balita. Masalah stunting juga tidak hanya dialami masyarakat miskin, namun kelas menengah ke atas.

"Pendidikan, pencegahan, satu ayam asumsi yang kena stunting kan bukan hanya orang miskin berarti bukan persoalan. Kalau ngomong satu keluarga satu ayam, wong persoalan stunting mulai gizi, sanitasi dan macam-macam kan tapi ternyata tidak ngomongin gizi soal keuangan mereka orang kaya pola hidup konsumsi yang berbeda, urusan stunting yang tidak dilihat orang tidak mampu tapi orang mampu juga," Jelas dia.

Gizi dan vitamin, disebutnya sudah dikonsumsi banyak oleh masyarakat tapi bukan diberikan kepada anaknya, melainkan orangtua. Namun usulan Moeldoko salah satu alternatif mencegah stunting.

"Sebenarnya masyarakat kita selama ini konsumsi vitamin dan gizi sudah luar biasa banyak cuma mereka tidak memberikan kadang-kadang yang diberikan gizi adalah bapaknya yang bekerja keras. Pak moeldoko yang disampaikan bisa menjadi alternatif cuma kenyataan yang kena stunting bukan juga dari keluarga miskin tapi juga keluarga kaya, cuma masalahnya soal pemahaman cara hidup yang baik, bagaimana budaya baik untuk memberikan gizi kepada anak," tutur dia.



Diberitakan sebelumnya, Moeldoko mengatakan makanan lokal perlu diperkuat untuk mencegah stunting. Menurut Moeldoko, setiap rumah harus mempunyai ayam agar telurnya bisa dimakan anak-anak.

"Tetap programnya 'isi piringku', hanya kemampuan lokal makanan lokal yang perlu diperkuat lagi. Makanya seperti saya katakan, perlu setiap rumah itu ada ayam sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11).
Halaman

(fai/mae)