Sohibul Ungkap Alasan PKS Terus 'Puasa' Pilih Jadi Oposisi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 19:08 WIB
Foto: Presiden PKS Sohibul Iman (Lisye Rahayu/detikcom)
Foto: Presiden PKS Sohibul Iman (Lisye Rahayu/detikcom)
Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan tiga alasan partainya berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Sohibul, berada di luar pemerintah adalah upaya untuk menjadi penyeimbang.

"Banyak yang bertanya kepada kita, apa yang menyebabkan PKS kok mau jadi partai oposisi atau istilahnya bagi mereka yang alergi dengan istilah oposisi, menjadi partai penyeimbang atau di luar pemerintahan. Sebab partai lain menjadi bagian dari pemerintahan, justru partai lain bergerak menuju pemerintahan," ujar Sohibul saat memberikan pengarahan pada Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

"Apa PKS tidak mau buka puasa? Kan 5 tahun kemarin PKS di luar pemerintahan. Mbok ya sekarang buka puasa. Kok mau lanjutkan puasa 5 tahun?" sebut Sohibul Iman.


Sohibul kemudian mengungkapkan tiga alasan PKS tetap menjadi oposisi. Menurut Sohibul, di negara yang menganut sistem demokrasi harus ada pihak yang menjadi pengawal kebijakan pemerintah.

"Pertama ini yang sangat gampang saja, yaitu kita ingin menjaga kepantasan demokrasi. Rasanya aneh bila di negara yang sudah menetapkan bahwa sistem politiknya adalah demokrasi kemudian semua menjadi bagian dari pemerintahan tidak ada yang melakukan check and balances," tegas Sohibul.

Dengan demikian PKS ingin menjaga logika demokrasi tersebut. PKS menilai tak elok jika Indonesia sebagai negara demokrasi ke-4 terbesar dunia tidak ada yang 'menyelamatkan' demokrasi.

"Maka PKS ingin menjaga logika demokrasi ini. Terlebih di saat tidak ada satu pun partai yang mau di luar, ya sudahlah PKS di luar. Karena kita tidak mau juga ditertawakan bangsa lain. Negara demokrasi terbesar ke-4 masa tidak penyeimbang, istilah ustaz HNW (Hidayat Nur Wahid) ketika bicara dengan Pak Pratikno, dengan sikap ini justru PKS ingin menyelamatkan demokrasi Indonesia," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2