Arab Saudi Klarifikasi Soal 'Keamanan HRS di Luar Saudi Tak Terjamin'

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 17:44 WIB
Ilustrasi Fokus 'Habib Rizieq Dicekal?' (Andhika Akbarayansyah/detikcom)

Informasi yang dimaksud adalah petikan pernyataan Osama bin Mohammad Alshuaibi yang diwawancarai oleh TvOne pada September 2018, yang diunggah di akun YouTube TV One pada 26 September 2018.

Saat itu Osama bin Mohammad Alshuaibi memberikan pernyataan dengan bahasa Inggris. Berikut ini transkrip dialog wartawan TvOne dengan Osama terkait Rizieq:

Reporter: Apakah ada alasan utama negara Anda menahan Habib Rizieq keluar dari Saudi Arabia?

Osama: Sebenarnya tidak benar. Habib Rizieq masuk dengan dokumen resmi dan visa resmi dan dia tinggal di Saudi Arabia dengan bebas. Dan banyak pejabat dari Indonesia mengunjunginya, dari mulai ulama maupun Jenderal. Mungkin utusan pemerintah untuk bernegosiasi dengannya. Kami tidak mengetahui apa yang terjadi antara pemerintah Anda dengan Habib, tapi yang kami ketahui Habib adalah tokoh dan ulama yang penting. Saudi tidak pernah mencegah seseorang keluar dari Saudi, tapi Saudi memiliki perhatian atas keamanan Habib Rizieq.

Apabila Habib Rizieq ingin pulang, maka dia bebas untuk pergi ke manapun, kecuali di pihak lain tidak menginginkannya kembali, maka oleh karenanya kami benar-benar perhatian kepadanya.

Reporter: Kalau memang itu tidak benar, lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Osama: Apa yang terjadi adalah dia tinggal di Saudi, dan dia belumm ingin kembali. Karena memiliki visa resmi untuk tinggal di Saudi, serta dia punya hak untuk tinggal di Saudi sesuai dengan aturan resmi Saudi, bila dia ingin kembali ke Jakarta, dia bebas untuk pergi. Tapi Anda harus tanya kepada Pemerintah Anda.



Reporter: Yang Mulia, kami ingin mengetahui alasan mengapa Habib Rizieq tidak dapat keluar dari Saudi, di mana dia ingin ke Malaysia bukan ke Indonesia? Apa alasan utamanya? Karena Anda menyebutkan Negara Anda mengkhawatirkan keamanan Habib Rizieq?

Osama: Oke. Saya kemukakan satu pertanyaan. Apakah Malaysia siap menerimanya? Iya atau tidak?

Reporter: Jadi Anda menerima informasi bahwa Malaysia tidak bersedia menerimanya?

Osama: Saya tidak mengetahuinya, Anda yang bertanya tentang hal tersebut. Sebenarnya orang asing manapun apabila mereka ingin keluar dari negara kami, maka dia bebas. Kami tidak pernah menahan siapapun. Namun bila kami menahannya dan menginterogasinya dan memasukanya ke penjara, kami tidak dapat melakukannya, karena dia memiliki visa resmi dan dia punya hak untuk tinggal di Saudi seseuai dengan surat yang dia miliki.

Dia dapat pergi dari Saudi serta pergi ke manapun, setiap orang dapat mengunjunginya, dan Anda bisa menanyakan kepada yang pernah mengunjunginya, dan banyak ulama mengunjunginya. Habib Rizieq adalah salah satu teman saya dan dia sering datang ke rumah saya di Jakarta, serta kami punya hubungan yang baik dengannya. Dia memilih Saudi sebagai tujuanya pergi, serta mungkin tinggal di sana setahun atau lebih, selama mengikuti aturan di Saudi, maka dia memiliki hak.

Tapi kami tidak pernah menghalanginya jika dia ingin pergi kemanapun kecuali apabila ada sesuatu yang berakibat pada keselamatannya atau nyawanya.



Reporter: Mengkhawatirkan keselamatan nyawanya, apakah maksud Anda Habib Rizieq menerima ancaman?

Osama: Saya tidak memahami pertanyaannya.

Reporter: Apakah Habib Rizieq Syihab mendapatkan adanya ancaman?

Osamah: Ancaman? Saya tidak mengatakannya demikian, mungkin ada beberapa alasan yang mungkin Anda dapat temukannya di sini di Jakarta.
Halaman

(dnu/fjp)