Bicara Ancaman Keamanan, Panglima TNI Singgung Bom Bunuh Diri di Medan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 20:58 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Rolando/detikcom)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Rolando/detikcom)


Selain itu, Hadi berbicara mengenai organisasi baru dalam tubuh TNI yaitu Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Hadi mengatakan pembentukan Kogabwilhan adalah bentuk adaptasi TNI terhadap ancaman yang berkembang.

"Kedua adalah dengan adanya tren ancaman kita memerlukan satu organisasi yang adaptif. TNI baru saja meresmikan organisasi baru, yaitu Kogabwilhan," kata Hadi.

Di hadapan para gubernur, pangdam, kapolda, bupati/wali kota, dandim, danrem, dan kapolres se-Indonesia, Hadi mengatakan Kogabwilhan diisi oleh tiga matra TNI. Hadi pun mengungkapkan posisi markas setiap Kogabwilhan.

"Yang ini isinya tiga matra, memang kita melaksanakan kompartemenisasi. Ada tiga wilayah yaitu wilayah satu dengan markasnya di Tanjung Pinang, Kogabwilhan dua ada di Balikpapan, dan Kogabwilhan tiga markasnya sementara ada di Biak," ujar Hadi.

"Dari tiga Kogabwilhan tersebut, kekuatannya adalah bagian dari kekuatan unsur kewilayahan, Kodam, Kogabwilhan, dan termasuk Koopau, menjadi kekuatan sebagian dari unsur-unsur Kogabwilhan tersebut," sambung Hadi.

Demi berjalannya Kogabwilhan dengan efektif, Hadi meminta ada peran pemerintah daerah. Hadi mengatakan pemerintah daerah harus membantu terlaksananya tugas Kogabwilhan.

"Bagaimana Kogabwilhan ini bisa berjalan dengan sangat efektif? Adalah bantuan dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus berperan untuk membantu terlaksananya fungsi atau tugas dari Kogabwilhan," sebut Hadi.
Halaman

(rfs/knv)