LSI Denny JA: Kepercayaan Publik Turun Akibat Kampanye Negatif-Hoaks

LSI Denny JA: Kepercayaan Publik Turun Akibat Kampanye Negatif-Hoaks

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 16:56 WIB
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA (Lisye/detikcom)
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA (Lisye/detikcom)
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis penurunan kepercayaan publik terhadap lembaga negara seusai Pilpres 2019. LSI menyebut kampanye negatif hingga politik media sosial menjadi dasar turunnya kepercayaan publik.

"Ada 4 faktor yang menjadi penyebab, pertama maraknya kampanye negatif yang terjadi ketika dua kontestasi, baik di Pilkada DKI 2017 dan di Pilpres 2019," ujar peneliti dari LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2019).


Adjie mengatakan kasus korupsi juga menjadi alasan berkurangnya kepercayaan publik kepada lembaga negara. Menurutnya, penangkapan terhadap kepala daerah, menteri, hingga penegak hukum membuat masyarakat berpandangan negatif terhadap lembaga negara.

"Itu juga mengganggu sentimen publik, akhirnya membuat sentimen publik cenderung negatif pada lembaga negara," kata dia.

Poin ketiga turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara pasca-Pemilu 2019 adalah politik media sosial seperti maraknya hoaks serta terjadinya pembelahan di tingkat bawah akibat dukungan terhadap dua calon presiden.


"Kemudian ketiga kita liat juga ada politik yang ekstrem di sosial media hoaks dan sebagainya. Dan terakhir adalah pembelahan politik di level grassroot ini juga menyebabkan trust pada lembaga negara mengalami penurunan," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2