detikNews
Rabu 13 November 2019, 16:56 WIB

Sidang Kasus Suap Romahurmuziy

Romahurmuziy Bantah Dibayari Kamar Hotel Pejabat Kemenag Jatim

Faiq Hidayat - detikNews
Romahurmuziy Bantah Dibayari Kamar Hotel Pejabat Kemenag Jatim Terdakwa perkara suap jual-beli jabatan di Kemenag, Romahurmuziy, dalam persidangan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy membantah sewa kamar hotel di Surabaya dibiayai pejabat Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Menurut Rommy, dia membayar sendiri biaya sewa kamar hotel tersebut.

Hal itu disampaikan Rommy saat menanggapi keterangan saksi mantan Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Markus, dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

"Saya bayar sendiri (kamar hotel), Yang Mulia," kata Rommy, yang juga mantan anggota DPR.

Rommy mengatakan saat itu dia membayar sendiri dengan menyuruh stafnya yang bekerja di DPR. Tapi Rommy tidak mengetahui nama staf yang membayar sewa kamar hotel itu.

"Saya belum tahu siapa (nama staf) yang bayar, Yang Mulia," kata Rommy.


Hakim ketua Fahzal Hendri meminta Rommy menghadirkan staf yang membayar kamar hotel itu saat sidang lanjutan pemeriksaan saksi meringankan. Rommy pun menyetujui permintaan hakim itu.

"Iya, Yang Mulia," ucap Rommy.

Markus, yang kini menjabat Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik, memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan ini. Dalam kesaksiannya, Markus membenarkan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan hakim ketua Fahzal Hendri. Berikut ini isinya:

Dapat saya jelaskan awalnya tidak mengetahui sama sekali terkait dengan kedatangan Romahurmuziy ke Surabaya pada 14 Maret 2019, saya mengetahui ketika dilakukan OTT oleh KPK. Sebelumnya staf saya bernama Mufli pernah melaporkan kepada saya bahwa Mufli diminta pimpinan Haris Hasanudin menyiapkan akomodasi kedatangan tamu, namun tidak disebutkan siapa tamu dimaksud. Setelah Mufli menerima surat panggilan KPK, saudara Mufli menyampaikan kepada saya bahwa ketika itu yang memesan dan membayar kamar saudara Romahurmuziy dengan total Rp 12 juta, saudara Mufli mengatakan uang tersebut akan diganti Muafaq

"Benar?" tanya hakim pada Markus usai membacakan isi BAP itu dalam persidangan.

Dalam sidang perkara ini, Rommy didakwa menerima uang Rp 325 juta dari Haris untuk membantunya mendapatkan jabatan di Kemenag. Jaksa turut menyebutkan perbuatan Rommy itu bersama-sama dengan Lukman sebagai Menag saat itu.

Rommy juga didakwa menerima Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi. Uang tersebut berkaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.



Simak juga video "Terkuak, Alasan Lukman Hakim Minta Loloskan Haris Jadi Kakanwil Jatim" :

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com