detikNews
Rabu 13 November 2019, 13:59 WIB

Ketua MPR: Surya Paloh Sampaikan soal Amandemen UUD 1945 Menyeluruh

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Ketua MPR: Surya Paloh Sampaikan soal Amandemen UUD 1945 Menyeluruh Foto: MPR bertemu Ketum NasDem Surya Paloh (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut NasDem sebagai partai politik yang setuju dilakukan amandemen terbatas UUD 1945. Namun, dalam pertemuan dengan Ketum NasDem Surya Paloh, ada gambaran baru yang ditangkap MPR.

"Jadi kita membuka dokumen ternyata Partai NasDem masuk yang ikut mendorong atau setuju dalam dokumen amandemen terbatas selain tujuh partai yang lain. Hanya Golkar, PKS dan Demokrat yang ketika itu menginginkan tidak amandemen tapi melalui undang-undang atas GBHN. Namun tadi kami dapat gambaran baru. Tidak hanya terbatas, tapi juga tergantung perkembangan kekinian," kata Bamsoet di Kantor DPP Partai Nasdem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).


Menurut Bamsoet, Surya Paloh menyampaikan soal amandemen menyeluruh. Namun, amandemen menyeluruh itu tidak akan diwujudkan secara sembrono.

"Bang Surya tadi menyampaikan amandemen menyeluruh yang mengevaluasi berdasarkan daftar isian masalah kita sebagai bangsa dan negara. Dari mulai preambule pembukaan sampai pasal demi pasalnya mana-mana sajanya yang perlu kita amandemen, ubah, sesuai dengan kebutuhan bangsa kita," kata Bamsoet.

"Tapi tidak boleh gampangan, harus betul-betul cermat. Kalau memang kita mau ubah konten, ubah sesuai dengan kebutuhan bangsa. Tidak boleh mengada-ngada," ucap Bamsoet.


Diketahui bahwa Pimpinan MPR RI masih akan melakukan silahturahmi dengan para ketua partai politik dalam rangka menjaring aspirasi terkait amandemen terbatas UUD 1945 dan dihidupkannya kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Seusai dari Partai Nasdem, MPR akan kunjungi Partai PKB.

"Jadi kita hari ini dengan Pak Surya sebagai Ketua Umum NasDem. Hari Jumat kita ke tempatnya Muhaimin dari PKB jam 10.00 WIB pagi," kata Bamsoet.


Sebelumnya, partai PAN juga termasuk sebagai partai politik yang juga mendukung amandemen terbatas UUD 1945.

"PAN masuk dalam barisan, tadi juga dipertegas kembali oleh PAN bahwa PAN tetap berada dalam posisi yang mendorong dilakukannya amandemen terbatas dan perlunya dihadirkannya kembali GBHN (Garis Besar Haluan Negara) dalam sistem konstitusi kita," kata Bamsoet di Sekretariat PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).




Simak juga video Dianggap 'Ngambek' Karena Jatah Menteri, Paloh: Sejujur-Jujurnya Enggak!:

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com